Langsung ke konten utama

Getuk Goreng Sokaraja

kangeen. kangen sama getuk goreng, hihi *lenjeh banget. padahal waktu di Purwokerto jarang beli. tapi sekarang jauh gini, di Semarang, rasanya kek ngidam getuk goreng, hehhe. ya, sekalipun di daerah Pandanaran banyak mewarakan makanan khas Semarang, tapi masih mau mau mau getuk *maaf lebai. Bandeng Juwana? om sering bawa ke Purwokerto, udah sampe bosen lah. kalo lumpia, mahal! anak kos cuuy *emang getuk goreng murah nes? --a hahha. kalo wingko aku suka suka suka :D

buat temen-temen yang penasaran sama Getuk Goreng, boleh dicoba deh.. ada di sepanjang Jalan Jendral Sudirman Sokaraja. Sokaraja itu timurnya Purwokerto, kalo dari pusat kota Purwokerto sekitar 15menit. dijamin enak *promosi. waktu pertama saya pulang kampung tuh, saya bawa 4kg ke Semarang. dan banyak yang ketagihan. kalo mau nitip, wani piro? hihi.

Getuk Goreng ini bisa disimpan dan bertahan kurang lebih sepuluh hari. bisa minta yang anget juga loh. waktu saya beli, disediain cicipan juga, wah saya lahap habis aja, mumpung gratis! eh, waktu slese beli, saya dapet bonus lagi karena beli banyak:) satu besek kecilnya Rp 10.000,00 isinya setengah kilo. mahal?? sedikit, rasanya tidak mengecewakan kok. kalo main ke Banyumas mampir aja, beli oleh-oleh Getuk Goreng Sokaraja. kalo masalah bahan bakunya sih tentunya dari singkong, sabut tengahnya dibuang. pake gula jawa juga, yang merah kecoklatan itu loh. terus tepung beras, sedikit terigu juga garam.

ngomongin sejarahnya *ceilah, habis tanya mbah Google karena mbah saya bukan saksi sejarahnya. jadi gini nih, dulu ada seorang penjual nasi keliling yang jual getuk juga, getuk basah. tapi getuknya gak laku, jadi biar gak mubadzir, beliau punya ide buat ngegoreng getuk tersebut, dan ternyata laku. eh malah sekarang jadi makanan khas, banyak banget cabangnya, dan semuanya laris! --a jadi makin kangen deh, pengen cepet pulang, tapi ada amanah yang belum terselesaikan. semangat!


Komentar

Postingan Populer

Lakukan Tugasmu - Insight Buku "Berani Tidak Disukai"

Entah buku ke berapa yang aku baca tahun ini, judulnya Berani Tidak Disukai. Setelah tahun kemarin baca Berani Bahagia, akhirnya baca sekuel pertama yang lebih hits. Keknya biasanya orang-orang baca buku ini dulu baru baca yang berani bahagia. Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini ditulis pake konsep percakapan antara filsuf dengan seorang pemuda. Mari kita tulis beberapa insightnya di sini. Insight pertama, hidup kita bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tapi sesuatu yang kita pilih sendiri, dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani hidup. Tak peduli apapun yang telah terjadi dalam hidup kita sampai ke titik ini, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara kita hidup mulai saat ini. Bahwa kita, yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupan kita sendiri. Yang bisa kita lakukan sehubungan dengan hidup kita sendiri adalah memilih jalan terbaik yang kita yakini. Ukuran yang dikenakan orang lain pada pilihan tersebut, itu tugas merek...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...

Identitas - Insight Buku "Atomic Habits"

Buku self improvement selanjutnya di tahun 2024 berjudul Atomic Habis, gak kurang-kurang lah ini buku legend banyak review dimana-mana. Aku bakal tulis beberapa insightnya di sini yaa. Yang pertama, perubahan kecil dan remeh ternyata akan memberikan hasil menakjubkan jika dilakukan selama bertahun-tahun, artinya komitmen kita terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuan. Ada tiga tingkat perubahan, yaitu perubahan hasil, perubahan proses, dan perubahan identitas. Cara paling efektif mengubah kebiasaan adalah berfokus bukan pada apa yang ingin dicapai, melainkan tipe orang se perti a pa  yang diinginkan (identitas). Nah makin kenceng kita berpegang pada sebuah identitas, makin sulit bagi kita untuk tumbuh. Jangan mengeidentaskan diri se perti  "aku guru", kalo harus diubah jadi apa dong? Coba ubah identitas dari "aku altet" ke aku "orang yang bermental tangguh dan menyukai tantangan fisik." Jadi identitasnya gak bikin stuck, ta pi bikin tumbuh.  Nah kal...