Langsung ke konten utama

kematian itu dekat Part II

Dari sekian pertanyaan, saya teringat satu pertanyaan, jika saya mati nanti, adakah yang menangisi saya? Apa saya pantas untuk mereka tangisi? Apa saya punya jasa tertentu kepada mereka??

Hari ini saya masih membaca status tentang kehilangan, status dari teman-teman seseorang yang baru saja meninggalkan dunia ini. Rupa-rupanya begitu banyak yang kehilangan sosoknya. Hal itu membuat saya penasaran, siapa dia??? Dia bukan selebriti yang muncul di sekian acara gosip tapi situs jejaring social meributkannya.

Kali ini saya mencoba membuka facebooknya, melihat cover fotonya. Dari situ pun saya bisa menilai, bahwa dia orang yang luar biasa, Narrative and Characteristic. Namanya, Aditya Nugraha, seorang aktivis di UNSOED. Dia seorang motivator yang mampu menggerakan dan memberi semangat pada lingkungan sekitarnya. Dan tentu saja, dia masih muda! Tetapi Allah sudah memanggilnya:')

Dia juga seorang sahabat yang baik. Kakak angkatan yang baik. Aktivis yang baik. Pacar yang baik. Semua wall itu, satu persatu saya baca, dan semua berisi tentang kebaikannya. Pantas jika banyak teman yang update status tentang kepergiannya dan senantiasa mendoakannya.

Menunduk dan merenung, bagaimana dengan saya dan kalian??? Air mata ini pun sepertinya ingin mengalir untuknya, meskipun saya tak mengenalnya. Bukankah dia hebat? :’) Semoga dia tenang di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabb

Buat yang suka nonton Conan, coba tonton Quarter of Silence, movie 15. di akhir ceritanya, Conan nyaris saja meninggal karena tertumpuk salju. Banyak yang menangis, banyak yang merasa kehilangan, tangan Ran juga sampai berdarah waktu mengambil salju secara paksa. Rasanya pengen nangis waktu nonton bagian akhirnya *lebai, hehe. Tapi, nonton film ini sekali lagi mengingatkan, akankah ada orang yang menangis kehilangan ketika kita pergi nanti??? Sesungguhnya kematian itu dekat, bersiap-siaplah menunggu giliran. Saatnya mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Yang Maha Segalanya, Allah:)

Komentar

Postingan Populer

Lakukan Tugasmu - Insight Buku "Berani Tidak Disukai"

Entah buku ke berapa yang aku baca tahun ini, judulnya Berani Tidak Disukai. Setelah tahun kemarin baca Berani Bahagia, akhirnya baca sekuel pertama yang lebih hits. Keknya biasanya orang-orang baca buku ini dulu baru baca yang berani bahagia. Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini ditulis pake konsep percakapan antara filsuf dengan seorang pemuda. Mari kita tulis beberapa insightnya di sini. Insight pertama, hidup kita bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tapi sesuatu yang kita pilih sendiri, dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani hidup. Tak peduli apapun yang telah terjadi dalam hidup kita sampai ke titik ini, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara kita hidup mulai saat ini. Bahwa kita, yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupan kita sendiri. Yang bisa kita lakukan sehubungan dengan hidup kita sendiri adalah memilih jalan terbaik yang kita yakini. Ukuran yang dikenakan orang lain pada pilihan tersebut, itu tugas merek...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...

Identitas - Insight Buku "Atomic Habits"

Buku self improvement selanjutnya di tahun 2024 berjudul Atomic Habis, gak kurang-kurang lah ini buku legend banyak review dimana-mana. Aku bakal tulis beberapa insightnya di sini yaa. Yang pertama, perubahan kecil dan remeh ternyata akan memberikan hasil menakjubkan jika dilakukan selama bertahun-tahun, artinya komitmen kita terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuan. Ada tiga tingkat perubahan, yaitu perubahan hasil, perubahan proses, dan perubahan identitas. Cara paling efektif mengubah kebiasaan adalah berfokus bukan pada apa yang ingin dicapai, melainkan tipe orang se perti a pa  yang diinginkan (identitas). Nah makin kenceng kita berpegang pada sebuah identitas, makin sulit bagi kita untuk tumbuh. Jangan mengeidentaskan diri se perti  "aku guru", kalo harus diubah jadi apa dong? Coba ubah identitas dari "aku altet" ke aku "orang yang bermental tangguh dan menyukai tantangan fisik." Jadi identitasnya gak bikin stuck, ta pi bikin tumbuh.  Nah kal...