Langsung ke konten utama

Always Give Up, Always Try Again???

"Udah ah, besok gak mau ikutan lagi", kataku setelah mengalami sakit seluruh badan, bersin sakit, bahkan ketawa pun sakit. "Halah masa gitu aja, payah. Itu badan kan cuma kaget, ntar kalo udah biasa lama-lama juga gak sakit", almarhum ayahku menasehati. Beliau adalah orang yang paling hoby "ngejek" anaknya, bukan apa-apa, cuma buat ngemotivasi aja, dan aku adalah orang yang cukup termotivasi dengan segala ejekan --a

Keluhan itu terlontarkan sekitar empat tahun yang lalu, ketika pertama kali aku berpakaian putih abu-abu. Lagi bingung buat ikutan ekstrakulikuler apaan saking banyaknya. Eh malah disuruh ikuan pencak silat, boro-boro masuk draft pilihan di otak, tapi gatau kena hipnotis apaan, akhirnya ikut juga deh. Hasil latian pertama cuma keluhan dan keluhan, badan sakit, jalan susah, bersin sakit, ketawa tambah sakit.

Gatau ke hipnotis apaan lagi, akhirnya aku ikut aja deh tuh latian hari demi hari, sakit makin ilang, temen makin banyak. Rasanya nyaman, kalo latian kaya lagi masuk neraka bareng-bareng, banyak banget ngucap "Astaghfirullah", slese latian senengnya minta ampun, belum lagi ditambah acara bincang-bincang hangat antar anggota, makan-makan kalo ada yang ultah atau BS BS. Tadinya sebel abis, tapi ternyata aku nya comfort abis, malah nyampe sekarang alias udah kuliah masih suka doyan main bareng mereka-mereka, bukan cuma seangkatan, tapi senior juga junior, love them all :*

Itu cerita pertama, gatau udah berapa kali hal-hal yang bikin aku nangis itu adalah hal-hal yang ngangenin. Yang kedua, yang aku inget aja nih, masih tentang pencak silat, dulu aku ikutnya Merpati Putih. Waktu Ujian Kenaikan Tingkat pertama nih, waktu mau ngedapetin sabuk pertama, sabuk putih, ampuuun udah pengen banget nyerah deh, tapi gara-gara ada banyak temen, jadi lupa sakitnya. Waktu udah bubar, aku bilang "udah ah, cukup, aku mah nyampe dasar I aja, gak mau naik tingkat lagi". Dan do you know what?? Sekarang aku malah udah Balik I --a. Kesambet apa coba naik tingkat dua kali lagi padal udah bilang mau brenti dari awal? --a

Next story, waktu naik bis ekonomi, pake nyasar, alhasil dari Semarang sampe Purwokerto 9 jam --a Pake macet, pake panas, pake brisik, dalem hati, "kapok deh naik bis ekonomi jarak jauh". Eh beberapa bulan kemudian aku naik bis ekonomi lagi, dan malah lebih nyeremin karena perjalanan malem, banyak laki-lakinya, cewenya bisa diitung, horor abiiis. Hemmmm

Setiap tertantang lebih, kadang aku mudah menyerah.
Aku selalu berpikir untuk berhenti berjuang karena tak sanggup lagi.
Kadang aku berpikir itu yang terakhir kalinya.
Saat berat, saat air mata menetes, aku berharap itu tak akan terulang lagi.
Alasan yang membuatku menangis tak akan pernah hadir lagi.
Tapi ternyata, aku melewati saat-saat itu dengan baik.
Tersenyum saat semua terlewati bahkan merindukannya.
Tak ku sangka, aku dapat melakukan hal yang membuatku menangis berulang kali.
Tentu saja tanpa air mata menetes.
Mendekati kembali hal-hal yang membuat luka.
Mendekati lagi alasan-alasan untuk mencucurkan air mata.
Sekarang aku berpikir, orang macam apa aku ini?

Komentar

Postingan Populer

Lakukan Tugasmu - Insight Buku "Berani Tidak Disukai"

Entah buku ke berapa yang aku baca tahun ini, judulnya Berani Tidak Disukai. Setelah tahun kemarin baca Berani Bahagia, akhirnya baca sekuel pertama yang lebih hits. Keknya biasanya orang-orang baca buku ini dulu baru baca yang berani bahagia. Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini ditulis pake konsep percakapan antara filsuf dengan seorang pemuda. Mari kita tulis beberapa insightnya di sini. Insight pertama, hidup kita bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tapi sesuatu yang kita pilih sendiri, dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani hidup. Tak peduli apapun yang telah terjadi dalam hidup kita sampai ke titik ini, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara kita hidup mulai saat ini. Bahwa kita, yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupan kita sendiri. Yang bisa kita lakukan sehubungan dengan hidup kita sendiri adalah memilih jalan terbaik yang kita yakini. Ukuran yang dikenakan orang lain pada pilihan tersebut, itu tugas merek...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...

Identitas - Insight Buku "Atomic Habits"

Buku self improvement selanjutnya di tahun 2024 berjudul Atomic Habis, gak kurang-kurang lah ini buku legend banyak review dimana-mana. Aku bakal tulis beberapa insightnya di sini yaa. Yang pertama, perubahan kecil dan remeh ternyata akan memberikan hasil menakjubkan jika dilakukan selama bertahun-tahun, artinya komitmen kita terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuan. Ada tiga tingkat perubahan, yaitu perubahan hasil, perubahan proses, dan perubahan identitas. Cara paling efektif mengubah kebiasaan adalah berfokus bukan pada apa yang ingin dicapai, melainkan tipe orang se perti a pa  yang diinginkan (identitas). Nah makin kenceng kita berpegang pada sebuah identitas, makin sulit bagi kita untuk tumbuh. Jangan mengeidentaskan diri se perti  "aku guru", kalo harus diubah jadi apa dong? Coba ubah identitas dari "aku altet" ke aku "orang yang bermental tangguh dan menyukai tantangan fisik." Jadi identitasnya gak bikin stuck, ta pi bikin tumbuh.  Nah kal...