Langsung ke konten utama

Nyasar Sampai Ketep Pass

jalanan masih sepi, terus gue bilang aja "lewat ambarawa yuk, lebih deket loh, lagian Bandungan mesti dingin banget". temen gue serius aja bilang, "yakin lebih deket?" gue cuma manggut-manggut aja, haha. eh tiap ada perempatan tuh gue suruh lurus terus aja, malah nyampenya Salatiga #gubrak.

temen gue nih sampe bilang, "gak lagi-lagi deh nurutin kata-katanya kenes. gini nih hasilnya, nyasar. bukannya cepet nyampe malah jadi tambah jauh". gue mah cuma nyengir kuda aja dengernya, ehehe.
 
ini cerita bersumber dari ke-sok-tau-an gue dan kepercayaan yang berlebih dari temen gue --a haha *btw, gue adalah tukang nulis paling gak konsisten, kadang pake saya-ane-aku-gue-I, gapapa lah ya*

jadi, hari itu tuh ane pulang kampung naik motor untuk yang kesekian kalinya. habis saur nih, karena hari itu puasa pertama di Bulan Suci Ramadhan, ane sama temen ane berangkat dari semarang mau ke purwokerto.
tanya-tanya sama orang akhirnya mau lewat magelang aja, hihi. sampe-sampe sholat shubuh di rumah sakit gara-gara di SPBU gak ada musholanya, dan habis itu gak ada SPBU lagi, hehe. kayaknya mushola tuh rumah sakit sebelahan gitu sama kamar mayat #soktau, habis peteng abis gituu, huhu.

eh pas lagi meyusuri jalan nih, ternyata ada plang "ketep pass", tempat wisata yang pernah masuk daftar agenda kita bedua buat dikunjungin, akhirnya mampir deh. ngeliatin merapi sama sebelahnya *gatau gunung apa*, sama sindoro sumbing dari jauh. kalo merapinya sih keliatan deket --a haha. bagus, tapi sayang batre kamera limit, DSLR nya mbul ketinggalan di kosan, hiks. Ini nih foto-fotonya.

Ketep Pass

Merapi

Sindoro Sumbing dari jauh

Cukup di sini dulu postingnya, sebenernya sih cerita hari itu berlanjut ke Borobudur Temple *baca:klik di sini* dan nikmati cerita serunya, wkkwwk

Komentar

Postingan Populer

Lakukan Tugasmu - Insight Buku "Berani Tidak Disukai"

Entah buku ke berapa yang aku baca tahun ini, judulnya Berani Tidak Disukai. Setelah tahun kemarin baca Berani Bahagia, akhirnya baca sekuel pertama yang lebih hits. Keknya biasanya orang-orang baca buku ini dulu baru baca yang berani bahagia. Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini ditulis pake konsep percakapan antara filsuf dengan seorang pemuda. Mari kita tulis beberapa insightnya di sini. Insight pertama, hidup kita bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tapi sesuatu yang kita pilih sendiri, dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani hidup. Tak peduli apapun yang telah terjadi dalam hidup kita sampai ke titik ini, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara kita hidup mulai saat ini. Bahwa kita, yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupan kita sendiri. Yang bisa kita lakukan sehubungan dengan hidup kita sendiri adalah memilih jalan terbaik yang kita yakini. Ukuran yang dikenakan orang lain pada pilihan tersebut, itu tugas merek...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...

Identitas - Insight Buku "Atomic Habits"

Buku self improvement selanjutnya di tahun 2024 berjudul Atomic Habis, gak kurang-kurang lah ini buku legend banyak review dimana-mana. Aku bakal tulis beberapa insightnya di sini yaa. Yang pertama, perubahan kecil dan remeh ternyata akan memberikan hasil menakjubkan jika dilakukan selama bertahun-tahun, artinya komitmen kita terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuan. Ada tiga tingkat perubahan, yaitu perubahan hasil, perubahan proses, dan perubahan identitas. Cara paling efektif mengubah kebiasaan adalah berfokus bukan pada apa yang ingin dicapai, melainkan tipe orang se perti a pa  yang diinginkan (identitas). Nah makin kenceng kita berpegang pada sebuah identitas, makin sulit bagi kita untuk tumbuh. Jangan mengeidentaskan diri se perti  "aku guru", kalo harus diubah jadi apa dong? Coba ubah identitas dari "aku altet" ke aku "orang yang bermental tangguh dan menyukai tantangan fisik." Jadi identitasnya gak bikin stuck, ta pi bikin tumbuh.  Nah kal...