Langsung ke konten utama

"this too, will pass"

Kalo lagi berat nih apa-apanya, banyak masalah, bingung, galau, dan apapun itu yang bikin wajah jadi tambah berkerut-kerut, inget deh kalimat ini, dan yang inipun akan berlalu. Terus kalo lagi seneng juga gak boleh berlebihan apa-apanya, biasa aja, tapi jangan lupa bersyukur, dan juga harus inget, dan yang inipun akan berlalu :D

Dan yang ini pun akan berlalu, kalimat dari seorang teman yang aku tak tau ia dapatkan darimana. Kalo mau tau sejarah ceritanya, ternyata ada waktu saya googling, bisa klik di sini. Aku kasih simpel ceritanya aja ya, jadi gini nih..

Ada seorang raja yang minta seorang yang bijak dan punya banyak pengalaman hidup untuk menuliskan satu kalimat ajaib di cincin raja yang bisa menemani langkahnya untuk memimpin. Setelah lama berpikir, akhirnya ia mengukir tulisan, "this too, will pass". Raja awalnya gak ngerti maksud kalimatnya apa. Tapi setelah raja mengalami masalah yang berat, ia tak sengaja melirik cincinnya, dan raja pun mengerti bahwa masalah inipun akan segera berlalu. Saat raja senang dan mengadakan sebuah pesta, ia pun tak sengaja melihat tulisan di cincin itu, "dan yang inipun, akan berlalu", bahwa kebahagiaan itupun hanya bersifat sementara. Sehingga raja pun tidak terus terlena akan kebahagiaan tersebut.

You are just a witness of change. Experience it, understand it, and enjoy the present moment - this too will pass!

Semoga bermanfaat ya..

Komentar

Postingan Populer

Lakukan Tugasmu - Insight Buku "Berani Tidak Disukai"

Entah buku ke berapa yang aku baca tahun ini, judulnya Berani Tidak Disukai. Setelah tahun kemarin baca Berani Bahagia, akhirnya baca sekuel pertama yang lebih hits. Keknya biasanya orang-orang baca buku ini dulu baru baca yang berani bahagia. Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini ditulis pake konsep percakapan antara filsuf dengan seorang pemuda. Mari kita tulis beberapa insightnya di sini. Insight pertama, hidup kita bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tapi sesuatu yang kita pilih sendiri, dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani hidup. Tak peduli apapun yang telah terjadi dalam hidup kita sampai ke titik ini, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara kita hidup mulai saat ini. Bahwa kita, yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupan kita sendiri. Yang bisa kita lakukan sehubungan dengan hidup kita sendiri adalah memilih jalan terbaik yang kita yakini. Ukuran yang dikenakan orang lain pada pilihan tersebut, itu tugas merek...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...

Identitas - Insight Buku "Atomic Habits"

Buku self improvement selanjutnya di tahun 2024 berjudul Atomic Habis, gak kurang-kurang lah ini buku legend banyak review dimana-mana. Aku bakal tulis beberapa insightnya di sini yaa. Yang pertama, perubahan kecil dan remeh ternyata akan memberikan hasil menakjubkan jika dilakukan selama bertahun-tahun, artinya komitmen kita terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuan. Ada tiga tingkat perubahan, yaitu perubahan hasil, perubahan proses, dan perubahan identitas. Cara paling efektif mengubah kebiasaan adalah berfokus bukan pada apa yang ingin dicapai, melainkan tipe orang se perti a pa  yang diinginkan (identitas). Nah makin kenceng kita berpegang pada sebuah identitas, makin sulit bagi kita untuk tumbuh. Jangan mengeidentaskan diri se perti  "aku guru", kalo harus diubah jadi apa dong? Coba ubah identitas dari "aku altet" ke aku "orang yang bermental tangguh dan menyukai tantangan fisik." Jadi identitasnya gak bikin stuck, ta pi bikin tumbuh.  Nah kal...