Langsung ke konten utama

Air Terjun Semirang


Main, main, dan main. Kata favorit aku dan Wulan yang harus dikurangi akibat menurunnya indeks prestasi kami, haha. Prinsipnya main boleh asal IP naik, dan faktanya tidak. Sedih sih, tapi daripada IP turun tapi gak punya pengalaman lain. Oke, itu pembelaan yang payah, hehe.

Selesai ujian kami langsung cari tempat yang dekat namun cantik. Yang cantik namun tidak butuh biaya banyak alias ngirit, haha. Sayang sekali, kami main berdua lagi. Ya, karena sebagian teman sudah pulang kampung dan sebagian lain sibuk mengurus keberlanjutan organisasi yang mereka geluti.

Dan akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Air Terjun Semirang. Tempat ini cukup dekat dari domisili kami saat ini, Sekaran. Air Terjun Semirang terletak di bawah kaki Gunung Ungaran. Perjalanan dari tempat parkir amat lah dekat dengan lokasi pembelian tiket wisata. Namun dari tempat pembelian tiket, kami harus berjalan kaki sejauh 850m, dan NAIK! Banyak tebing di kanan kiri, untungnya suara air yang mengalir terus menuntun kami untuk terus naik dan naik.

Rasanya sedih pake sepatu yang salah, kostum yang salah, dan kerudung yang salah. Terang aja, jalanan jauh gitu pakenya sepatu kuliah yang lebih FLAT dari HIDUP, hehe. Susah nahan tanah licin jadi berasa capek banget, jadi buat yag tertarik disarankan memakai SEPATU KETS. Udah gitu saya pake ciput ninja yang jelas bikin panas, mending pakai krudung langsungan deh, gak usah faris-farisan, eh, maksud saya paris-parisan :P, pashmina-pashminaan, dan lain-lain itu lah yang makin lama makin aneh, hihi. Celana malah pake jins, tuh kan gak bener banget kostumnya, yang bener cuma satu, KAOS. Ya, saya dengan pintarnya memilih kaos daripada baju kuliah, yaiyalah nes! Kalo pake baju kuliah, elo totally, BEGO! Haha

Jalannya, jangan ditanya, Subhanallah, kanan kiri kulihat saja banyak pohon ijo mbuh pohon apa, hehe. Bahkan ada pohon tumbang yang bener-bener nutupin jalan  satu-satunya menuju Air Terjun Semirang sampe saya benar-benar ragu apa benar itu jalannya. Secara kami gak papasan sama orang, pernah sekali juga masih di bawah. Perjalanan ke atas ditemani suara-suara air dan hutan yang berbisik *jiah lebai. Cuma berdua, dan kami Perempuan! Hebat banget kalo dipikir-pikir *baru mikir pas nulis.

Sampai sana jelas masih sepi pakai banget. Bisa deh cincing-cincing celana dan foto sepuasnya. Makin siang makin ramai, udah gak bisa gila-gilaan lagi. Kami sempet “gila” sedikit, saking pengennya ke bawah air tejun tapi takut basah jadi kami pakai JAS HUJAN! Hahaha. Orang macam apa ke bawah air tejun pakai jas hujan, hihi. Padal ada sepasang kekasih memantau kami, kami mah cuek aja. Begitu ramai pake banget kami mulai waras, mulai berkelakuan sebagai orang normal lalu mengakhiri sesi foto pra-happy birthday kami *canda. Check out our photos!

by Wulan



by Wulan


Komentar

Postingan Populer

Lakukan Tugasmu - Insight Buku "Berani Tidak Disukai"

Entah buku ke berapa yang aku baca tahun ini, judulnya Berani Tidak Disukai. Setelah tahun kemarin baca Berani Bahagia, akhirnya baca sekuel pertama yang lebih hits. Keknya biasanya orang-orang baca buku ini dulu baru baca yang berani bahagia. Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini ditulis pake konsep percakapan antara filsuf dengan seorang pemuda. Mari kita tulis beberapa insightnya di sini. Insight pertama, hidup kita bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tapi sesuatu yang kita pilih sendiri, dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani hidup. Tak peduli apapun yang telah terjadi dalam hidup kita sampai ke titik ini, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara kita hidup mulai saat ini. Bahwa kita, yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupan kita sendiri. Yang bisa kita lakukan sehubungan dengan hidup kita sendiri adalah memilih jalan terbaik yang kita yakini. Ukuran yang dikenakan orang lain pada pilihan tersebut, itu tugas merek...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...

Identitas - Insight Buku "Atomic Habits"

Buku self improvement selanjutnya di tahun 2024 berjudul Atomic Habis, gak kurang-kurang lah ini buku legend banyak review dimana-mana. Aku bakal tulis beberapa insightnya di sini yaa. Yang pertama, perubahan kecil dan remeh ternyata akan memberikan hasil menakjubkan jika dilakukan selama bertahun-tahun, artinya komitmen kita terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuan. Ada tiga tingkat perubahan, yaitu perubahan hasil, perubahan proses, dan perubahan identitas. Cara paling efektif mengubah kebiasaan adalah berfokus bukan pada apa yang ingin dicapai, melainkan tipe orang se perti a pa  yang diinginkan (identitas). Nah makin kenceng kita berpegang pada sebuah identitas, makin sulit bagi kita untuk tumbuh. Jangan mengeidentaskan diri se perti  "aku guru", kalo harus diubah jadi apa dong? Coba ubah identitas dari "aku altet" ke aku "orang yang bermental tangguh dan menyukai tantangan fisik." Jadi identitasnya gak bikin stuck, ta pi bikin tumbuh.  Nah kal...