Langsung ke konten utama

CatPer When I was in Merbabu Part 1



This chapter will tell you about my story “When I was in Merbabu”. Kalo disebut CatPer alias catatan perjalanan sih keknya gak lengkap-lengkap banget. Tapi namanya tulisan, hanya berusaha mengabadikan :p

Gak ngerti kesambet setan mana aku mau ikutan naik gunung. Ada sih di daftar 101 mimpiku, tapi aku gak yakin deh itu nulisnya pake hati, haha. Tapi berhubung teman dekat  benar-benar menuliskan mimpinya yang satu ini dengan sepenuh hati, dan tiba-tiba kesempatan buat nyoret mimpi itu terbuka lebar, maka aku pun terlena untuk menemaninya mencoret mimpinya dan mimpiku tentu, hihi. Tapi suer, bantuin orang nyoret mimpi itu asik loh :D Pernah juga seorang temenku tanya, “nes dari banyak mimpimu ada yang butuh aku buat nyoret?” –a So sweet banget wkkw.

Jadi, hari itu 18-19 Mei 2013 ada pendakian massal alias “Penmas”. Yang ngadain dari TheMate. Kek mapala tapi tingkat jurusan gitu. Nah dengan pedenya, aku sama si Bulan, dan tambah satu lagi Ni’mah ikutan ini penmas. Gila aja kita asal ngikut gitu, gak pernah latian fisik, mentok cuma lari-lari keliling rektorat, itu juga cuma sekali, hihi. 

Kita freelancers gitu, cuma anak cewek biasa yang pengen tau indahnya ciptaan Allah di atas sana, di tempat yang gak semua orang bisa kunjungin. Kebanyakan yang ikut udah pernah naik gunung itu, minimal gunung Ungaran lah. Nah kita –a Langsung pesimis, bawa carrier aja gak bener, haha. 

Alhamdulillahnya kita dapet temen kelompok yang super duper sabar buat dampingin kita. Pengennya sih gak ngerepotin, tapi akhirnya ngerepotin juga. Kita kedapetan kelompok tiga, ada dua cewek anak teknik, yang satu namaya Adit, anaknya putih, cantik. Satunya Natalia, dengan perawakan khas Papua. Seneng deh bisa kenal mereka :) Terus ada banyak mas-mas, mas Hafidz, mas Widi, mas Didi, juga mba Nana si cewek yang jadi pendamping kelompok tiga.

Sebelum berangkat di Palkir atas MIPA

Sebelum turun, sabana II

Nah kita mendaki lewat jalur Selo, Boyolali. And I’m like aaaww! Ternyata medannya emang nanjak, padahal aku bayanginnya itu landai tapi jauh, hihi. Rasanya pengen nangis karena capek, berat juga carriernya, hiks hiks. Katanya gak ada sumber air di atas, harus hemat minum atau harus bawa banyak persediaan. Banyak banget pikiran yang hinggap, kita jalan diem-dieman, gak ada sosok malaikat di tengah jalan yang bikin ketawa lepas, yang ada cuma pertanyaan “masih jauh gak?” –a

Kita mulai ndaki sore, sekitar jam 5, dan habis itu hujan, byuuur, mantab nian. Licin, peteng, dan aku dengan begonya enggak bawa senter T.T Pas udah sampe banyangan pos III keknya *mandan lupa nih, hehe, kan udah malem tuh, gileee, liat bawah, Subhanallah.. The best “bukit bintang” ever! Pas di sana sih gak terlalu takjub, otak mengalahkan takjubnya dengan perasaan capai, tapi kalo pas lagi nulis ini terus keinget tuh, we o we banget, wow!

Nah, kita sampe di camp itu udah malem banget, sekitar jam 11. Tempat champnya biasa disebut Sabana II, baguuus. Bener-bener sabana yang kek di buku SD, waktu aku belejar tentang sabana, stepa, tundra –a Dan dinginnya luar biasa, terus kita masak mie gitu, eh bukan kita, tapi ada mas-mas yang masakin. Mas-mas bukan dari kelompok tiga, mas-mas yang dalam cuaca dingin kek gitu masih bisa pake celana jin pendek, gak ngerti deh *geleng-geleng.

Pas dimasakin, mas nya bilang, “besok kalo ditanyain ibu gimana waktu di merbabu, jangan lupa ceritain tentang kita ya, si mas-mas baik”. Ah iya, mereka juga bantuin kita ndiriin tenda, secara kita cewek-cewek yang enggak tau apa-apa, hihi.

Nah pas perjalanan sampe camp itu, gak keitung deh berapa kali aku ngerepotin orang yang gak aku kenal, liat mukanya aja enggak, hihi. Pas ada medan yang nyaris 90 derajat dan harus bisa naik, eh kaki napaknya mulai gak bener, sempoyongan, ya langsung, ngglosorrr. Kadang yang ngglosor aku, kadang Ni’mah. Bulan udah jauh di depan. Nah pas si Ni’mah ngglosor, aku di belakangnya ikut ngglosor, terus yang di bawah pada triak, hihi. Udah semacam drama aja, hehe. Tapi pas di sana, boro-boro ketawa and mbayangin drama, gemeteran lah iya. Isinya “astaghfirullah” terus :D

Nah, selanjutnya itu cerita tentang “summit attack”, pas tinggal muncak aja, ke puncak tertinggi Merbabu. Klik di sini untuk membaca sekaligus liat foto-fotonya :D

Komentar

Postingan Populer

Lakukan Tugasmu - Insight Buku "Berani Tidak Disukai"

Entah buku ke berapa yang aku baca tahun ini, judulnya Berani Tidak Disukai. Setelah tahun kemarin baca Berani Bahagia, akhirnya baca sekuel pertama yang lebih hits. Keknya biasanya orang-orang baca buku ini dulu baru baca yang berani bahagia. Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini ditulis pake konsep percakapan antara filsuf dengan seorang pemuda. Mari kita tulis beberapa insightnya di sini. Insight pertama, hidup kita bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tapi sesuatu yang kita pilih sendiri, dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani hidup. Tak peduli apapun yang telah terjadi dalam hidup kita sampai ke titik ini, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara kita hidup mulai saat ini. Bahwa kita, yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupan kita sendiri. Yang bisa kita lakukan sehubungan dengan hidup kita sendiri adalah memilih jalan terbaik yang kita yakini. Ukuran yang dikenakan orang lain pada pilihan tersebut, itu tugas merek...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...

Identitas - Insight Buku "Atomic Habits"

Buku self improvement selanjutnya di tahun 2024 berjudul Atomic Habis, gak kurang-kurang lah ini buku legend banyak review dimana-mana. Aku bakal tulis beberapa insightnya di sini yaa. Yang pertama, perubahan kecil dan remeh ternyata akan memberikan hasil menakjubkan jika dilakukan selama bertahun-tahun, artinya komitmen kita terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuan. Ada tiga tingkat perubahan, yaitu perubahan hasil, perubahan proses, dan perubahan identitas. Cara paling efektif mengubah kebiasaan adalah berfokus bukan pada apa yang ingin dicapai, melainkan tipe orang se perti a pa  yang diinginkan (identitas). Nah makin kenceng kita berpegang pada sebuah identitas, makin sulit bagi kita untuk tumbuh. Jangan mengeidentaskan diri se perti  "aku guru", kalo harus diubah jadi apa dong? Coba ubah identitas dari "aku altet" ke aku "orang yang bermental tangguh dan menyukai tantangan fisik." Jadi identitasnya gak bikin stuck, ta pi bikin tumbuh.  Nah kal...