Langsung ke konten utama

Bagaimana Kelangsungan Hidup Bumi Ini? - Review Film "David Attenborough: A Life in Our Planet"

Kali ini saya mencoba membahas film David Attenborough: A Life in Our Planet. Film ini berisi sudut pandang David, seorang penyiar dan sejarawan alam yang menjalani karir dengan melihat berbagai kondisi alam sejak usia 20-an, hingga berusia 93 tahun. David melakukan refleksi terkait perubahan alam yang ia saksikan kemudian ia bandingkan dari tahun ke tahun. David juga memberi kemungkinan perubahan yang akan terjadi pada tahun-tahun berikutnya jika manusia semakin acuh terhadap alam.

Sebagai pemandangan awal, A Life in Our Planet mengajak kita melihat luluh lantaknya wilayah Chernobyl akibat kecelakaan reaktor nuklir, yang murni disebabkan oleh keteledoran dan keangkuhan manusia pada tahun 1986. Bencana ini dianggap bencana terburuk dalam sejarah, menyebabkan radiasi berbahaya bagi manusia dalam radius yang cukup luas, bahkan 400 kali lipat lebih besar daripada bom nuklir Hirosima. Hal tersebut menyebabkan Chernobyl tampak seperti kota mati yang tidak lagi dihuni hingga saat ini.

Jika diresapi kembali, film ini sebenarnya berisi fakta dan surat cinta David tentang alam agar kita sebagai manusia lebih bijak merespon penyebab krisis yang kita lalui, seperti penggundulan hutan, penangkapan ikan berlebihan, bahkan populasi manusia yang meningkat secara eksponensial. Menurut David, jawaban atas permasalahan tersebut adalah keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati dapat membantu menyeimbangkan ekosistem, sehingga hewan, tumbuhan, dan manusia mampu bertahan hidup. Lautan serta hutan yang beragam dan sehat adalah sekutu terpenting manusia untuk menghilangkan karbondioksida berlebih di atmosfer.

David menambahkan bahwa kita belum terlambat untuk memperbaiki alam, yaitu dengan cara beralih dari ketergantungan bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan, menyempurnakan proses pertanian dan pola makan seperti mengurangi konsumsi daging, menerapkan taktik penangkapan ikan yang tepat, dan meningkatkan hasil panen pertanian dengan lahan terbatas.

Pada akhir film ini, wilayah Chernobyl dipelihatkan mampu memperbaiki ekosistem dengan sendirinya, tanpa bantuan manusia! Dedaunan mulai tumbuh, begitu pula dengan satwa liar yang mulai ditemukan. David memperingatkan, ancaman sebenarnya bukanlah kelangsungan hidup bumi ini, tetapi kelangsungan hidup umat manusia. Kita perlu memeriksa kembali hubungan kita dengan alam, dan jika kita ingin bertahan hidup, “Kita perlu belajar bekerja dengan alam, bukan melawannya.”

Komentar

Postingan Populer

Lakukan Tugasmu - Insight Buku "Berani Tidak Disukai"

Entah buku ke berapa yang aku baca tahun ini, judulnya Berani Tidak Disukai. Setelah tahun kemarin baca Berani Bahagia, akhirnya baca sekuel pertama yang lebih hits. Keknya biasanya orang-orang baca buku ini dulu baru baca yang berani bahagia. Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini ditulis pake konsep percakapan antara filsuf dengan seorang pemuda. Mari kita tulis beberapa insightnya di sini. Insight pertama, hidup kita bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tapi sesuatu yang kita pilih sendiri, dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani hidup. Tak peduli apapun yang telah terjadi dalam hidup kita sampai ke titik ini, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara kita hidup mulai saat ini. Bahwa kita, yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupan kita sendiri. Yang bisa kita lakukan sehubungan dengan hidup kita sendiri adalah memilih jalan terbaik yang kita yakini. Ukuran yang dikenakan orang lain pada pilihan tersebut, itu tugas merek...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...

Identitas - Insight Buku "Atomic Habits"

Buku self improvement selanjutnya di tahun 2024 berjudul Atomic Habis, gak kurang-kurang lah ini buku legend banyak review dimana-mana. Aku bakal tulis beberapa insightnya di sini yaa. Yang pertama, perubahan kecil dan remeh ternyata akan memberikan hasil menakjubkan jika dilakukan selama bertahun-tahun, artinya komitmen kita terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuan. Ada tiga tingkat perubahan, yaitu perubahan hasil, perubahan proses, dan perubahan identitas. Cara paling efektif mengubah kebiasaan adalah berfokus bukan pada apa yang ingin dicapai, melainkan tipe orang se perti a pa  yang diinginkan (identitas). Nah makin kenceng kita berpegang pada sebuah identitas, makin sulit bagi kita untuk tumbuh. Jangan mengeidentaskan diri se perti  "aku guru", kalo harus diubah jadi apa dong? Coba ubah identitas dari "aku altet" ke aku "orang yang bermental tangguh dan menyukai tantangan fisik." Jadi identitasnya gak bikin stuck, ta pi bikin tumbuh.  Nah kal...