Langsung ke konten utama

Happy 2021: Let's Stick to Your Resolution!

New year, new me! Bismillah, semoga Allah memudahkan cita dan cinta kita dalam langkah-langkah yang penuh kebaikan. Mari memperbaiki diri, lagi dan lagi, sedikit demi sedikit.
  • Organize. Atur target harian, mingguan, bulanan bener-bener.
  • Invest, in anything you can learn. Belajar dari mana saja.
  • Baca buku, minimal satu bulan satu buku. Jangan lupa tulis review.
  • Make a special project. Mulai aja dulu, kesempurnaan selalu bukan milik draft pertama.
  • Sosial media detox. Let your circle really deserve your attention.
  • Self-care. Salah satu bentuk syukur adalah menjaga yang sudah dianugerahkan.
  • Mindfullness. Sadar penuh, hadir utuh.
  • Help people. Banyak-banyak bantu orang, apalagi kepentingan umat.
  • Empati. Belajar mendengarkan dan berempati. Stop comparing to yourself! Kita tidak sedang berlomba menjadi yang paling menderita. Every people have their own struggle, be kind, always.
  • Nabung.
  • Disiplin budgeting, jangan lupa zakat.
  • Cut unnecessary spend, bedakan keinginan dan kebutuhan.
  • Sayangi ginjal, minum air putih banyak-banyak.
  • Makan makanan sehat, perbanyak buah dan sayur.
  • Rajin-rajin olahraga, minimal satu kali di akhir pekan.
  • Get a better sleep. Jangan begadang, bangun di sepertiga malam.
  • Journaling. List your gratitude. Bersyukur banyak-banyak.
  • Stick to your resolution. Istiqomah.
Langit Pagi di Awal 2021

Komentar

Postingan Populer

Lakukan Tugasmu - Insight Buku "Berani Tidak Disukai"

Entah buku ke berapa yang aku baca tahun ini, judulnya Berani Tidak Disukai. Setelah tahun kemarin baca Berani Bahagia, akhirnya baca sekuel pertama yang lebih hits. Keknya biasanya orang-orang baca buku ini dulu baru baca yang berani bahagia. Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini ditulis pake konsep percakapan antara filsuf dengan seorang pemuda. Mari kita tulis beberapa insightnya di sini. Insight pertama, hidup kita bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tapi sesuatu yang kita pilih sendiri, dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani hidup. Tak peduli apapun yang telah terjadi dalam hidup kita sampai ke titik ini, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara kita hidup mulai saat ini. Bahwa kita, yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupan kita sendiri. Yang bisa kita lakukan sehubungan dengan hidup kita sendiri adalah memilih jalan terbaik yang kita yakini. Ukuran yang dikenakan orang lain pada pilihan tersebut, itu tugas merek...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...

Identitas - Insight Buku "Atomic Habits"

Buku self improvement selanjutnya di tahun 2024 berjudul Atomic Habis, gak kurang-kurang lah ini buku legend banyak review dimana-mana. Aku bakal tulis beberapa insightnya di sini yaa. Yang pertama, perubahan kecil dan remeh ternyata akan memberikan hasil menakjubkan jika dilakukan selama bertahun-tahun, artinya komitmen kita terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuan. Ada tiga tingkat perubahan, yaitu perubahan hasil, perubahan proses, dan perubahan identitas. Cara paling efektif mengubah kebiasaan adalah berfokus bukan pada apa yang ingin dicapai, melainkan tipe orang se perti a pa  yang diinginkan (identitas). Nah makin kenceng kita berpegang pada sebuah identitas, makin sulit bagi kita untuk tumbuh. Jangan mengeidentaskan diri se perti  "aku guru", kalo harus diubah jadi apa dong? Coba ubah identitas dari "aku altet" ke aku "orang yang bermental tangguh dan menyukai tantangan fisik." Jadi identitasnya gak bikin stuck, ta pi bikin tumbuh.  Nah kal...