Langsung ke konten utama

Untukku yang Memikirkan Banyak Hal - Insight Buku "Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah"

"Jika harga dirimu menurun, kurangilah bermain media sosial dan luangkan waktu untuk melakukan apa yang kau suka. Karena orang-orang di media sosial tidak menunjukkan diri apa adanya. Mereka hanya mengunggah hal-hal yang bagus dan menunjukkan sisi yang baik saja. Melihat unggahan orang lain saat harga dirimu sedang menurun, hanya akan membuatmu semakin menderita."

Sebuah kutipan dari buku yang kupinjam dari teman, thankyou! Entah mengapa di awal tahun 2022, aku banyaaak banget baca buku yang feelnya kayak ngobrol sama temen, mungkin karena aku butuh temen? Haha. Menyenangkan rasanya untuk duduk bersama dia yang senasib sepenanggungan. Ah ya, judul bukunya "Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah". Bukunya ditulis sama Geulbaewoo, kalo diliat dari namanya sih kayaknya nama pena, tapi gatau juga sih haha. Ratingnya bagus, dan ya emang enak banget dibaca, bacaan ringan yang cocok buat temen duduk santai, temen perjalanan pulang kerja, atau temen sebelum tidur.

Isi bukunya kayak temen yang berusaha meyakinkan diri kalo gapapa kok rasanya lelah, bukannya mau nyerah juga, cuma ya gakpapa juga kalo istirahat dulu. Dari banyaknya highlight yang ada di buku ini, aku tulis satu kutipan favoritku di atas, sisanya bisa dibaca sendiri ya haha. Untuk diriku, yang kadang-kadang capek liat dunia, harga diri juga suka los dol terjun terjerembab ke pusat bumi, kurang-kurangin main medsos deh kalo hati lagi ambyar, mending mundur sejenak, istirahat pelan-pelan, dan habisin waktu bareng manusia-manusia spesial dengan hadir penuh sadar utuh.

Komentar

Postingan Populer

Lakukan Tugasmu - Insight Buku "Berani Tidak Disukai"

Entah buku ke berapa yang aku baca tahun ini, judulnya Berani Tidak Disukai. Setelah tahun kemarin baca Berani Bahagia, akhirnya baca sekuel pertama yang lebih hits. Keknya biasanya orang-orang baca buku ini dulu baru baca yang berani bahagia. Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini ditulis pake konsep percakapan antara filsuf dengan seorang pemuda. Mari kita tulis beberapa insightnya di sini. Insight pertama, hidup kita bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tapi sesuatu yang kita pilih sendiri, dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani hidup. Tak peduli apapun yang telah terjadi dalam hidup kita sampai ke titik ini, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara kita hidup mulai saat ini. Bahwa kita, yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupan kita sendiri. Yang bisa kita lakukan sehubungan dengan hidup kita sendiri adalah memilih jalan terbaik yang kita yakini. Ukuran yang dikenakan orang lain pada pilihan tersebut, itu tugas merek...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...

Identitas - Insight Buku "Atomic Habits"

Buku self improvement selanjutnya di tahun 2024 berjudul Atomic Habis, gak kurang-kurang lah ini buku legend banyak review dimana-mana. Aku bakal tulis beberapa insightnya di sini yaa. Yang pertama, perubahan kecil dan remeh ternyata akan memberikan hasil menakjubkan jika dilakukan selama bertahun-tahun, artinya komitmen kita terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuan. Ada tiga tingkat perubahan, yaitu perubahan hasil, perubahan proses, dan perubahan identitas. Cara paling efektif mengubah kebiasaan adalah berfokus bukan pada apa yang ingin dicapai, melainkan tipe orang se perti a pa  yang diinginkan (identitas). Nah makin kenceng kita berpegang pada sebuah identitas, makin sulit bagi kita untuk tumbuh. Jangan mengeidentaskan diri se perti  "aku guru", kalo harus diubah jadi apa dong? Coba ubah identitas dari "aku altet" ke aku "orang yang bermental tangguh dan menyukai tantangan fisik." Jadi identitasnya gak bikin stuck, ta pi bikin tumbuh.  Nah kal...