Insightnya? Hmm, susah banget nulisnya. Mungkin cuma ada highlight kata-kata yang kesimpen aja. Kosmos jauh lebih tua daripada yang pernah kita bayangkan. Ini buku science tentang alam semesta. Tentang kesulitan kita untuk membayangkan rahasia evolusi yang berlalu ribuan bahkan jutaan tahun lalu. Apalah artinya tujuh puluh juta tahun bagi manusia yang panjang hidupnya hanya sepersejutanya? Kita ini seperti kupu-kupu yang terbang selama sehari dan mengira terbang selamanya. Jadi, gak usah sombong-sombong amat heyy haha. Science hanyalah alat. Tapi sejauh ini sains adalah alat terbaik yang kita miliki, mengoreksi diri sendiri, berlanjut, bisa diterapkan pada segala hal. Sains punya dua aturan. Pertama tidak ada kebenaran sakral, semua asumsi harus diuji dengan kritis. Dua, apapun yang tidak konsisten dengan fakta harus dibuang atau direvisi.
Buku ini memanggil banyak nama, semua ilmuwan yang pernah kudengar maupun kubaca di buku mata pelajaran. Bahkan sampai igauan Kepler di akhir hidupnya, "Jangan biarkan aku tampak telah menyia-nyiakan hidupku". Buku ini juga sedikit mengulas masalah peradaban akhir-akhir ini. Kemungkinan terjadi efek rumah kaca yang tak terkendali mendorong kita supaya berhati-hati. Tapi nyatanya, kita tidak memahami efek jangka panjang atas tindakan-tindakan yang kita pilih dalam keseharian. Apakah kita menganggap keuntungan jangka pendek lebih penting dari keselamatan Bumi? Atau akankah kita berpikir jangka panjang, dengan memikirkan anak cucu kita, untuk memahami dan melindungi sistem penyokong kehidupan kompleks planet kita?
Bumi sangatlah kecil dan rapuh. Bumi perlu dilindungi dan disayangi. Dan memahami di mana kita tinggal adalah syarat penting untuk memperbaiki lingkungan. Kita beruntung, kita hidup, kita kuat, kesejahteraan peradaban kita dan spesies kita berada dalam genggaman kita. Jika kita tidak menjadi juru bicara Bumi, siapa yang akan melakukannya? Jika kita tidak berkomitmen terhadap kelangsungan hidup kita sendiri, siapa yang akan melakukannya? Kita berbicara atas nama Bumi. Kewajiban kita supaya bertahan hidup bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan juga untuk Kosmos, yang tua dan luas, yang darinya kita berasal.
Dulu sempet bikin caption postingan instagram, eh ternyata kalimat asalnya dari buku ini. "Nitrogen dalam DNA kita, kalsium di gigi kita, besi dalam darah kita, karbon dalam pai apel kita, dibuat di bagian dalam bintang yang tengah runtuh. Kita terbuat dari bahan-bahan bintang." Kita, masing-masing dari kita, bertanggungjawab atas apa yang masuk ke dalam otak kita, dan sebagai orang dewasa kita bertanggung jawab atas apa yang akhirnya kita pedulikan dan ketahui. Tanpa bergantung kepada otak reptil, kita bisa mengubah diri sendiri. Kita adalah spesies langka dan berbahaya. Masing-masing kita dalam sudut pandang kosmik, berharga. Seandainya seseorang tidak sependapat dengan Anda, biarkan dia hidup. Di seratus miliar galaksi, Anda tidak akan menemukan yang sama.


Komentar
Posting Komentar