Langsung ke konten utama

Kebiasaan Pagiku - Insight Buku "The Power of Habits"

Sebelum nulis bukan basmallah malah ketawa hahahaha. Astaga kenapa aku jadi orang males banget sih? Buku kelar dibaca tahun 2022 baru mau ditulis insightnya tahun 2023 minggu-minggu terakhir. Bisa-bisa kalo malesnya dateng lagi malah sampe tahun 2024 enggak ketulis-tulis.

Buku berat pinjem dari temen yang sebenernya gak aku banget, tapi mau gak mau harus dikelarin karena harus dibalikin. Agak mubadzir kalau sampe dibalikin tapi gak kelar dibaca yekan. Bismillah mari kita tulis satu per satu poin penting yang ada di buku The Power of Habits. Kita mulai dari kutipan, "Tidak ada kata-kata orang yang bisa melukaimu. Kau bisa selalu sekuat yang kau inginkan. Belajar bagaimana hidup, bagaimana berfokus, bagaimana bekerja tepat waktu, dan bagaimana menguasai emosi."

Sebagai seorang perempuan yang nantinya InsyaAllah akan jadi ibu dari anak-anakku, ceilah, aamiin. Selalu ada hal menarik yang ingin aku terapkan, salah satunya, selalu tanyakan tiga hal kecil, yaitu kamu akan belajar seperti apa malam ini, besok kamu akan melakukan apa, dan bagaimana kamu tahu kamu sudah siap untuk ujian. Pertanyaan-pertanyaan ini melatih seseorang untuk menentukan target. Seperti tujuan jangka pendek di pagi hari, akupun harus mulai mempertanyakan pertanyaan ini untuk diriku sendiri.

Poin kedua, krisis menyediakan kesempatan bagi kita untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan sebelumnya. Krisis, mungkin di sini tantangan hidup, ternyata membentuk diri kita yang baru, yang mungkin tidak pernah kita sangka sebelumnya. Banyak deadline dari dua pendidikan yang berjalan bersamaan, PPG dan PGP, di sepanjang tahun 2022 ternyata kelar juga. Alhamdulillah banyak-banyak, gak nyangka banget bisa lulus semua, meski di prosesnya tentu saja sering misah misuh sana sini hehe. But, seriously I am proud of myself. Krisis macam ini kadang emang butuh banget sih, kalo gampangnya "keluar dari zona nyaman", meski pandangan tentang kalimat ini juga mulai bergeser, mungkin bisa kita bahas next time.

Dan poin terakhir, bahwa perilaku yang terjadi tanpa dipikir adalah bukti diri kita yang betul-betul sejati. Rutinitas kebiasaan memengaruhi hari-hari kita. Kebiasaan memungkinkan kita untuk melakukan sesuatu hal dengan sulit untuk pertama kali, namun tak lama kemudian semakin mudah dilakukan, dan akhrinya dengan latihan yang cukup, melakukannya semi mekanis, atau bahkan nyaris tanpa kesadaran sama sekali. Seperti akhir-akhir ini, terbiasa bangun pagi, ke kamar kecil, minum segelas air, sholat subuh, baca Qur'an, rebus air, nanak nasi, cuci piring, keringin baju, nyapu rumah, mandi, dan gas berangkat kerja, agaknya begitulah kebiasaanku di pagi hari, yang awalnya sulit tapi semua sudah semi mekanis, tanpa dipikir, tubuh auto bergerak. Meski tentu saja, kebiasaan macam ini selalu bergeser di "hari bermalas-malasan" hahahaha

sophiamega.com

*sampe lupa foto bukunya ada di mana huhu, jadi pinjem foto orang, makasih kak :)

Komentar

Postingan Populer

Lakukan Tugasmu - Insight Buku "Berani Tidak Disukai"

Entah buku ke berapa yang aku baca tahun ini, judulnya Berani Tidak Disukai. Setelah tahun kemarin baca Berani Bahagia, akhirnya baca sekuel pertama yang lebih hits. Keknya biasanya orang-orang baca buku ini dulu baru baca yang berani bahagia. Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini ditulis pake konsep percakapan antara filsuf dengan seorang pemuda. Mari kita tulis beberapa insightnya di sini. Insight pertama, hidup kita bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tapi sesuatu yang kita pilih sendiri, dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani hidup. Tak peduli apapun yang telah terjadi dalam hidup kita sampai ke titik ini, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara kita hidup mulai saat ini. Bahwa kita, yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupan kita sendiri. Yang bisa kita lakukan sehubungan dengan hidup kita sendiri adalah memilih jalan terbaik yang kita yakini. Ukuran yang dikenakan orang lain pada pilihan tersebut, itu tugas merek...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...

Identitas - Insight Buku "Atomic Habits"

Buku self improvement selanjutnya di tahun 2024 berjudul Atomic Habis, gak kurang-kurang lah ini buku legend banyak review dimana-mana. Aku bakal tulis beberapa insightnya di sini yaa. Yang pertama, perubahan kecil dan remeh ternyata akan memberikan hasil menakjubkan jika dilakukan selama bertahun-tahun, artinya komitmen kita terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuan. Ada tiga tingkat perubahan, yaitu perubahan hasil, perubahan proses, dan perubahan identitas. Cara paling efektif mengubah kebiasaan adalah berfokus bukan pada apa yang ingin dicapai, melainkan tipe orang se perti a pa  yang diinginkan (identitas). Nah makin kenceng kita berpegang pada sebuah identitas, makin sulit bagi kita untuk tumbuh. Jangan mengeidentaskan diri se perti  "aku guru", kalo harus diubah jadi apa dong? Coba ubah identitas dari "aku altet" ke aku "orang yang bermental tangguh dan menyukai tantangan fisik." Jadi identitasnya gak bikin stuck, ta pi bikin tumbuh.  Nah kal...