Langsung ke konten utama

Pusat Dunia - Insight Buku "How to Respect Myself"

Kali ini aku baca buku dari Korea, ringan banget buat dibaca tapi pesannya kena banget sih. Buku yang enggak salah dipilih buat mengawali kebiasaan membaca buku. Buku ini berjudul How to Respect Myself, Seni Menghargai Diri Sendiri. Hayo loh kapan terakhir kali kamu kehilangan harga diri? Ah menyebalkan sekali kalau diingat-ingat bukan? Buku ini ngademin jiwa banget sih, aseli parah, amat sangat rekomen untuk dibaca jiwa-jiwa yang mulai oleng sama pedesnya dunia.

Harga diri bukanlah emosi, ia terkait dengan emosi, tapi lebih tepatnya berada di ranah akal. Saat harga diri pulih, kita akan lebih berani, tidak lagi bereaksi secara sensitif terhadap penialian orang lain, tidak remuk di akhir pekan setelah lelah selama seminggu, dan tidak akan menyia-nyiakan minggu malam untuk mencemaskan senin pagi. Sedangkan emosi orang lain adalah miliknya, tidak bisa ditiru atau kita apa-apakan. Emosi tersebut bukan karena kesalahan kita dan bukan pula tanggung jawab kita, jadi kalo ada orang mungkin emosi dengan marah-marah, santein aja Nes, bukan salahmu, let it gooo~

Lagi-lagi buku semacam ini ngajak kita journaling, jadi kapan deh Nes kamu mau mulai journaling? Journaling yang berfokus pada tulis hal-hal yang dialami hari ini, tulis perasaan yang muncul akibat hal tersebut, dan tulis "tidak apa-apa". Selain itu, buku ini juga ngajak buat ngecek keadaan diri satu persatu agar lebih mengenali diri sendiri. Membuat catatan atau autobiografi berisikan tempat lahir, keluarga besar, hubungan dengan keluarga besar, masa sekolah, kesibukan sekarang, hal yang membuat perasaan baik dan buruk, orang yang disukai dan ciri khasnya, kebaikan dan keburukan diri, mimpi, dan citra diri yang diharapkan. Wah menarik banget buat dijadiin topik tulisan di blog selanjutnya haha.

Insight selanjutnya adalah tentang tempat kerja. Tempat kerja adalah tempat kerja. Jangan memberi terlalu banyak makna pada tempat kerja. Kita terkadang perlu menjauhkan diri dari tempat kerja dan mengosongkan pikiran seutuhnya. Kadang gak apa-apa loh enggak melakukan apa-apa, belum berambisi juga gapapa, males berangkat kantor juga gapapa. Yang penting apa? Yang penting gak kebanyakan mikir, ntar capek, trus otaknya sakit dan pikiran makin negatif. Hush hush lah mikiran hal yang bikin capek.

Dan kabar baiknya, hal pertama yang harus dilakukan untuk bisa lepas dari rasa tidak bergairah adalah bergerak. Sekalipun tidak ingin, tidak menarik, dan tidak bermakna. Sering-seringlah bergerak walaupun sedikit, tanpa pikiran apa pun. Tindakan untuk membahagiakan otak ada tiga yaitu jalan kaki, memasang raut wajah, dan berbicara sendiri. Selama ini gimana? Apakah otakmu sudah cukup sering diajak bahagia? Dan kalau lagi sedih gapapa juga nangis sesenggukan di ruangan yang gelap, bukan karena lemah, melainkan karena kita manusia. Pusat dunia, satu-satunya yang berharga di dunia.

Insight terakhir yang menohok, "Apabila ada sesuatu yang Anda sadari saat membaca buku maka praktikanlah. Tidak akan ada artinya mempelajari teori tanpa mempraktikannya ke dalam kehidupan nyata."


Komentar

Postingan Populer

Lakukan Tugasmu - Insight Buku "Berani Tidak Disukai"

Entah buku ke berapa yang aku baca tahun ini, judulnya Berani Tidak Disukai. Setelah tahun kemarin baca Berani Bahagia, akhirnya baca sekuel pertama yang lebih hits. Keknya biasanya orang-orang baca buku ini dulu baru baca yang berani bahagia. Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini ditulis pake konsep percakapan antara filsuf dengan seorang pemuda. Mari kita tulis beberapa insightnya di sini. Insight pertama, hidup kita bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tapi sesuatu yang kita pilih sendiri, dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani hidup. Tak peduli apapun yang telah terjadi dalam hidup kita sampai ke titik ini, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara kita hidup mulai saat ini. Bahwa kita, yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupan kita sendiri. Yang bisa kita lakukan sehubungan dengan hidup kita sendiri adalah memilih jalan terbaik yang kita yakini. Ukuran yang dikenakan orang lain pada pilihan tersebut, itu tugas merek...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...

Identitas - Insight Buku "Atomic Habits"

Buku self improvement selanjutnya di tahun 2024 berjudul Atomic Habis, gak kurang-kurang lah ini buku legend banyak review dimana-mana. Aku bakal tulis beberapa insightnya di sini yaa. Yang pertama, perubahan kecil dan remeh ternyata akan memberikan hasil menakjubkan jika dilakukan selama bertahun-tahun, artinya komitmen kita terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuan. Ada tiga tingkat perubahan, yaitu perubahan hasil, perubahan proses, dan perubahan identitas. Cara paling efektif mengubah kebiasaan adalah berfokus bukan pada apa yang ingin dicapai, melainkan tipe orang se perti a pa  yang diinginkan (identitas). Nah makin kenceng kita berpegang pada sebuah identitas, makin sulit bagi kita untuk tumbuh. Jangan mengeidentaskan diri se perti  "aku guru", kalo harus diubah jadi apa dong? Coba ubah identitas dari "aku altet" ke aku "orang yang bermental tangguh dan menyukai tantangan fisik." Jadi identitasnya gak bikin stuck, ta pi bikin tumbuh.  Nah kal...