Langsung ke konten utama

What You Give - Insight Buku "Gratitude"

Sebenernya udah lamaa banget nemu buku ini waktu jalan-jalan ke Gramedia, mungkin 3 tahun lalu? Tapi berakhir dengan ditinggalin aja di rak nya karena harga yang lumayan mahal untuk buku setebal 178 halaman. Namanya jodoh kali ya, tiba-tiba buku "Gratitude" ada di perpustakaan sekolah, langsung deh cuss baca. Buku yang amat sangat worth to read, banyak-banyak ngajakin bersyukur sama hidup karena sejatinya kebahagiaan itu datang karena kita bersyukur, bukan sebaliknya.

Sayangnya, kita cenderung untuk mencari sesuatu yang tidak membuat kita bahagia. Padahal kenyataanya, kebahagiaan adalah kombinasi dari rasa syukur yang kita tuangkan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Kusadari sejak lama bahwa bersyukur bukan hanya di ucapan semata, melipatgandakan talenta yang kita miliki untuk dapat memberi dampak baik bagi orang lain dapat menjadi bentuk rasa syukur kita, entah itu berbagi kesempatan, kemampuan, pikiran, atau bahkan inspirasi. Belajar membiasakan diri untuk menakar kesuksesan bukan dari "what you get" melainkan dari "what you give".

Sudut padang menarik lainnya dari buku ini yaitu bahwa seringkali kita salah mencari dorongan rasa syukur. Kita seharusnya mulai mengalibrasi rasa syukur kita pada orientasi pertumbuhan, sehingga tidak ada pencapaian orang lain yang membuat kita insecure, juga tidak ada kemalangan orang lain yang membuat kita bersyukur. Hmm, semacam tertampar ketika mulai membandingkan diri dengan nasib orang lain, padahal seharusnya kita bisa belajar untuk tertawa bersama mereka yang memperoleh hal baik dan sedih bersama mereka yang tertimpa kemalangan.

Highlight menarik bagiku tentang buku ini adalah journaling. Satu hal yang masih sangat ingin kulakukan adalah journaling, agaknya begitulah alasanku menulis saat ini. Menorehkan rasa untuk kemudian direfleksikan di suatu hari yang cerah maupun suatu hari yang sendu. Untuk melatih rasa syukur kita bisa membuat jurnal rasa syukur berisikan hal-hal yang kita syukuri setiap hari. Padahal dari dulu sering banget tanya ke murid, "Tuliskan hal yang paling kamu syukuri!", eh malah lupa tanya pada diri sendiri.

Hai Nes, terima kasih karena hari ini berhasil membaca satu buku yang sangat bermanfaat.


Komentar

Postingan Populer

Lakukan Tugasmu - Insight Buku "Berani Tidak Disukai"

Entah buku ke berapa yang aku baca tahun ini, judulnya Berani Tidak Disukai. Setelah tahun kemarin baca Berani Bahagia, akhirnya baca sekuel pertama yang lebih hits. Keknya biasanya orang-orang baca buku ini dulu baru baca yang berani bahagia. Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini ditulis pake konsep percakapan antara filsuf dengan seorang pemuda. Mari kita tulis beberapa insightnya di sini. Insight pertama, hidup kita bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, tapi sesuatu yang kita pilih sendiri, dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani hidup. Tak peduli apapun yang telah terjadi dalam hidup kita sampai ke titik ini, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara kita hidup mulai saat ini. Bahwa kita, yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupan kita sendiri. Yang bisa kita lakukan sehubungan dengan hidup kita sendiri adalah memilih jalan terbaik yang kita yakini. Ukuran yang dikenakan orang lain pada pilihan tersebut, itu tugas merek...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...

Identitas - Insight Buku "Atomic Habits"

Buku self improvement selanjutnya di tahun 2024 berjudul Atomic Habis, gak kurang-kurang lah ini buku legend banyak review dimana-mana. Aku bakal tulis beberapa insightnya di sini yaa. Yang pertama, perubahan kecil dan remeh ternyata akan memberikan hasil menakjubkan jika dilakukan selama bertahun-tahun, artinya komitmen kita terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuan. Ada tiga tingkat perubahan, yaitu perubahan hasil, perubahan proses, dan perubahan identitas. Cara paling efektif mengubah kebiasaan adalah berfokus bukan pada apa yang ingin dicapai, melainkan tipe orang se perti a pa  yang diinginkan (identitas). Nah makin kenceng kita berpegang pada sebuah identitas, makin sulit bagi kita untuk tumbuh. Jangan mengeidentaskan diri se perti  "aku guru", kalo harus diubah jadi apa dong? Coba ubah identitas dari "aku altet" ke aku "orang yang bermental tangguh dan menyukai tantangan fisik." Jadi identitasnya gak bikin stuck, ta pi bikin tumbuh.  Nah kal...