Seperti Payung Ketika Dibutuhkan - Insight Buku "Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?"
Bukunya super duper tipis dan enak banget buat dibaca di perjalanan kayak foto ini, inget banget ngebaca di kereta Kamandaka tahun 2021 dalam rangka dateng ke nikahan temen kosan zaman kuliah. Dan keinget banget juga waktu itu dia nikah sama orang yang pas aku lihat, wah bahagia banget temenku, wah beruntung banget, ah ternyata masih ada laki-laki baik kok di luar sana. Momen yang entah kenapa aku masih inget aja, semoga bahagia sejahtera selamanya wahai kamu.
Ah, isi bukunya? Kurang lebih bener-bener lupa, sampai waktu nulis ini (2023) pengen banget ngebaca ulang wahaha. Kayaknya ini tipe buku yang bakal aku simpen buat dibaca sewaktu-waktu. Nyatanya kalo ngomongin kematian nih berat juga, semakin hari semakin dekat. Apakah aku sudah cukup menjalani kehidupan dengan baik? Apa temen-temenku, murid-muridku, bakal dateng di hari terakhir aku ada di dunia? Cukup pantaskah aku buat dapetin air mata kesedihan mereka? Eh tapi kalo dalam Islam mah air matanya bakal menghambat perjalanan. Semoga kesedihan itu dapat menguatkan.
Sayangnya buku ini gak banyak aku kasih tanda, mungkin karena isinya yang terlalu relate, bisa-bisa setiap halaman berubah warna, haha. Ada dua kutipan yang bakal aku tulis di sini, yang mungkin seiring berjalannya waktu juga berlaku sebagai pengingat. Yang pertama, "Di manapun kamu berada, keyakinan, pikiranmu, dan gagasanmu bisa saja berbeda dengan orang lain. Akan tetapi, jangan pernah mencoba menanamkan atau memaksakan pendapatmu itu kepada orang lain. Intinya, milikilah pemikiran terbuka, luas, dan dalam untuk menerima perbedaan." Mengingat setiap opini dan keputusan seseorang selalu berdasar ribuan pengalaman yang pernah terjadi di hidup seseorang, yang selalu bisa saja berbeda dengan hidupku, mari jadi pribadi yang open minded. Terbuka dalam setiap perbedaan. Hidup kalo semuanya seragam juga gak seru kali ah.
Yang kedua, "Orang itu seperti payung, hanya digunakan ketika dibutuhkan. Yang kusadari dalam sebuah hubungan, adalah kebahagiaanku adalah tanggung jawabku sepenuhnya. Jadi, aku harap, kamu juga bisa merasa nyaman dan bahagia sepanjang waktu." Oke mari berbahagia sepanjang waktu, tentu saja dengan diri sendiri. Bahagiaku tanggungjawabku. Ini mah kudu diinget-inget banget kalau udah mulai jadi orang yang demanding, menuntut ini itu ke orang lain. Please, just remember once more, that your happiness is totally yours.

Komentar
Posting Komentar