Langsung ke konten utama

SCRAPBOOK


Saya juga gak tau kenapa saya memutuskan untuk membuat sebuah scrapbook untuk kado sahabat saya di tengah kesibukan dan tumpukan tugas kuliah. Saya sudah lama tertarik dengan scrapbook, sekitar Bulan Februari lalu. Tetapi saat itu saya sedang memikirkan ujian saya, dari ujian praktek, ujian sekolah, ujian nasional, juga SNMPTN. Dan akhirnya Bulan November lalu saya dapat membuat scrapbook pertama saya. Asli, berantakan, hehehe. Scrapbook paling gampang, paling sederhana, pasti temen-temen semua bisa buat deh.. *asal ada niat. Jadi buat temen-temen yang mungkin mau ikutan buat scrapbook, saya sertakan cara dan alat bahan yang digunakan. Berikan kado special untuk orang-orang special di hidupmu:D  Selamat mencoba!

Alat dan Bahan yang dibutuhkan:
1.      Kertas
Kertas apa saja bisa digunakan, yang penting tidak terlalu tipis. Untuk kertas saya menggunakan kertas Bufalo (yang biasa digunakan untuk cover makalah). Diusahakan menggunakan kertas warna-warni agar lebih menarik. Oya, dari referansi yang pernah saya baca, lebih baik menggunkan  kertas yang anti-minyak.

2.       Foto kenangan
Di sini sebenarnya tujuan membuat scrapbook, yaitu menampilkan dongeng-dongeng masa lalu melalui foto. Sebaiknya cetaklah foto di tempat percetakan foto, hindari penggunaan kertas foto yang ada di toko-toko karena kualitasnya kurang baik. Bisa-bisa umur scrapbookmu hanya sebentar. Emm, tidak hanya foto sebenarnya, temen-temen bisa menambahkan tiket nonton pertama kali *jika ditujukan untuk pacar. Atau bahkan struk makan paling mahal waktu makan berdua, hehe.

3.       Daun kering
Tidak harus ada karena fungsinya sebagai hiasan. Tapi selain itu daun dapat memberikan sedikit warna ketika scrapbook hanya terlihat seperti tempelan kertas. Kita dapat menuis juga di atas daun kering. Pilih daun dengan bentuk yang unik, ada love, jari, kupu-kupu, dan lain-lain. Silahkan berburu daun!

4.       Ranting dan Biji
Fungsinya hanya sebagai penghias cover karena ranting tidak dapat ditaruh di tengah halaman. Begitupula dengan biji. Saya sempat mengumpulkan biji blimbing wulung, warnanya merah, bagus sekali. Tapi belum saya gunakan untuk scrapbook pertama saya ini, mungkin lain kali.

5.       Kain flannel
Ini juga tidak wajib. Bisa digunakan sebagai alternative hiasan cover jika tiidak sempat berburu daun, ranting, maupun biji. Kain flanelnya bisa dibentuk, misalnya menjadi bentuk katak atau inisial si target.

6.       Perekat
Perekat yang dapat digunakan adalah lem kertas, double tip, dan lem uhu. Fungsinya untuk merekatkan kertas, foto, hiasan, maupun kain flanel. Saya sarankan untuk menggunakan double tip untuk merekatkan kertas dan foto  karena  hasilnya akan lebih rapi. Untuk menempel ranting, biji, maupun kain flanel dapat menggunakan lem UHU.

7.       Clip
Digunakan untuk menggabungkan kertas satu sama lain agar terbentuklah sebuah buku.  Temen-temen dapat menggunakan jilid makalah, jilid spiral, soft cover, atau yang lainnya. Tetapi saya kemarin hanya menggunakan streples. Sebenarnya scrapbook dapat dibentuk macam-macam, dapat juga dibentuk lipatan-lipatan yang jika dibuka akan terjulur panjang dan berisi cerita.

Yang harus dipersiapkan:
1.       Niat
Niat itu yang utama, karena kalo gak niat pasti gak bakal jadi deh scrapbooknya.

2.       Waktu
Jelas waktu menjadi penting karena membuatnya butuh ketekunan. Luangkan sedikit waktu di tengah kesibukan temen-temen semua. Jika tugas banyak, persiapkanlah jauh-jauh hari sebelum hari H. saya juga nyaris menghabiskan waktu 2minggu, mungkin karena saya mengerjakannya sedikit demi sedikit.

3.       Alur cerita
Kalo bisa dikonsep tiap halaman. Ada alur ceritanya, misal di mana pertama ketemu dan seterusnya.

4.       Kata-kata
Gak perlu sok puitis, sok romantis, dan sok dramatis. Cukup rangkailah kata-kata yang mewakili gambaran foto tersebut. Tapi pilih lah foto yang menarik, yang memang berkesan, dan memiliki keistimewaan.

Itu saja sih. Semoga dapat menginspirasi temen-temen semua untuk dapat membuat scrapbook yang lebih baik dari saya. Di bawah ini saya selipkan beberapa foto hasil scrapbook pertama saya yang amatlah simple. Meskipun simple, yang diberi bilang bagus kok, hehe. Let’s try it:D





Komentar

Postingan Populer

Insight Buku "Kupikir Segalanya Akan Beres Saat Aku Dewasa"

Ngerasanya males banget baca buku, tapi ternyata setelah direfleksi, justru lebih ke males nulis daripada baca. Kirain udah kelar semua review buku yang kebaca, eh keinget beberapa buku kebeli online. Kali ini buku self-improvement karya Kim Haenam yang kubaca lewat HP, meski ah HP nih selain bikin mata pedes, agak susah juga buat fokus ngebaca tanpa distraksi. Kepikiran beli kindle, tapi kayaknya belum butuh-butuh banget juga. Hmm, okay mari menulis lagi haha. Bismillah dulu.. Mulai dari seiring berjalannya waktu, sangat mungkin kehilangan orang tersayang. Di sini dijelasin ada empat tahapan masa berduka dari Psikolog John Bowlby, pertama kita akan sangat terhanyut dalam kesedihan, sering mengeluh, dan menyangkal (semisal: kematian seseorang yang kita sayang). Kedua, kita akan merindukan dan mencarinya. Ketiga, kita merasa runtuh dan putus asa, merasa hidup tak berarti, terasingkan dari kehidupan sosial, tidak merasakan perasaan apapun, susah tidur, kehilangan berat badan dan selalu t...

Seperti Payung Ketika Dibutuhkan - Insight Buku "Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?"

  Entah buku terjemahan korea yang keberapa, belakangan berasa menarik aja dibaca. Buku Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti? ini ditulis sama Kim Sang Hyun, kurang paham juga dia ini siapa wkkw, tapi karena bukunya lumayan sering sliweran jadinya beli deh. Bukunya super duper tipis dan enak banget buat dibaca di perjalanan kayak foto ini, inget banget ngebaca di kereta Kamandaka tahun 2021 dalam rangka dateng ke nikahan temen kosan zaman kuliah. Dan keinget banget juga waktu itu dia nikah sama orang yang pas aku lihat, wah bahagia banget temenku, wah beruntung banget, ah ternyata masih ada laki-laki baik kok di luar sana. Momen yang entah kenapa aku masih inget aja, semoga bahagia sejahtera selamanya wahai kamu. Ah, isi bukunya? Kurang lebih bener-bener lupa, sampai waktu nulis ini (2023) pengen banget ngebaca ulang wahaha. Kayaknya ini tipe buku yang bakal aku simpen buat dibaca sewaktu-waktu. Nyatanya kalo ngomongin kematian nih berat juga, semakin hari semakin d...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...