dan setelah menyusuri dua bukit dan dua lembah *boong, sampailah kita di
Rawa Pening yang terletak di daerah Banyubiru, Ambarawa, Semarang.
sekitar 07.00 kami sampai di
Bukit Cinta. what is that?? itu nama tempat wisatanya, lagi-lagi --" krik krik. bisa dari rawa jadi bukit??? --a
tapi saat perjalanan pulang saya menemukan jawabannya, yaitu karena
rawa nya "hampir" di kelilingi bukit. ehm, bukan dikelilingi sih, cuma
bisa liat bukit-bukit gituu.. *tepuk tangan untuk kesimpulan yang entah
benar atau salah:P
Rawa Pening, kata saya nama ini tidak asing di telinga. tapi entah mengapa, ketiga teman saya tidak tau. hem, sepertinya Rawa Pening itu ada dongengnya sewaktu saya SD. tapi saya lupa, hihi. saya berangkat pukul 05.00, haha. niatnya sih mau liat sunrise, tapi gak keburu, dan saya hanya berbekal peta dari kata-kata teman saya, Mayang, kalo Bandungan terus aja, trus ntar ada jembatan trus belok kanan --a pertanyaannya, jembatan yang seperti apa???
tapi nekat aja deh, setengah jam lewat, satu jam lewat, tanda tanya yang lain terus bermunculan, sampai akhirnya tibalah kami di pos polisi. dengan semangatnya pak polisi menerangkan bla bla bla. dan herannya, Wulan Raga dan Edi mempercayakan saya untuk mendengarkan penjelasan sang polisi *kalo nyasar lagi gimana, nah lo?!
perjalanan lanjut, tanya ke orang sekitar, dan yang membuat saya bingung adalah, mereka yang saya tanyai selalu tanya balik, rawa pening nya mana mba? --a bingung gak tuh?? emang rawa pening nya berapa --" krik krik. perasaan bersalah mulai menyelimuti. bagi pembaca setia blog saya pasti tau penyakit nyasar saya, hihi. dan korban utama penyakit saya ini bernama Wulan. tapi dia sudah biasa menangani
kenyasaran saya. tetapi kali ini saya membawa dua korban lain yang dengan polosnya percaya "chenes paham jalannya" --a *mungkin kalo
diblangsakin ke tengah hutan mereka ikut-ikut aja, hihi
 |
| by Wulan |
narsis pun dimulai, jeng jeng jeng.
sejak ada Facebook, tujuan foto beralih fungsi dari mengabadikan momen menjadi mencari komentar teman dari foto yang akan diupload, hemm. sebenernya kami sempat kecewa akan tempat ini, perjalanan yang jauh abis, nyaris ke Salatiga, dan setelah sampai hanya ada hamparan rawa. huft! *tarik nafas.
berbekal rasa
eman-eman kalo gak ngapa-ngapain, padal udah jauh-jauh menyusuri dua bukit dan dua lembah *boong lagi, akhirnya kami putuskan untuk naik perahu, keliling rawa. thats so special i think:D setengah jam nya Rp 30.000,00 maksimal 5 orang. patut untuk dicoba:)
serasa membelah lautan Enceng Gondok yang tumbuh dengan pesatnya, kalo kata dosen pengantar ilmu lingkungan sih itu eutrofikasi. apa itu eutrofikasi? sedikit belajar yaa, wkkw:P
eutrofikasi adalah suatu proses di mana suatu tumbuhan tumbuh dengan sangat cepat dibandingkan pertumbuhan normal, sering disebut dengan blooming. blooming artinya mekar dengan sangat cepat. proses ini biasanya terjadi pada tumbuhan yang habitatnya berada di perairan khususnya perairan air tawar seperti di danau atau sungai. nah, Rawa Pening ini kan keadaanya hampir-hampir mirip sama danau *sok tau aja, sebenernya sih belum pernah liat danau, kalo waduk baru deh pernah, hihi. gak beda jauh laaah, hihi. banyak petani yang panen Enceng Gondok, sepertinya batangnya akan dimanfaatkan. tetapi eutrofikasi Enceng Gondok ini cukup mengurangi keindahan Rawa Pening yang sebenarnya.
 |
by Wulan
|
 |
by Wulan
|
entah fatamorgana, imajinasi yang terlalu tinggi, atau kesalahan pada beberapa syaraf sehingga ketika saya naik perahu saya merasa Enceng Gondok lah yang bergerak, terus bergerak, dan terkadang terkesan mendekat ke arah saya. padahal yang terjadi adalah sebaliknya, perahu saya lah yang berjalan mendekat. silahkan dibuktikan sendiri kata-kata saya ini:P selain itu ada bukit tumpuk tiga --a gimana tuh? ehm, ya cuma bukit, tapi kelihatan tumpuk gitu, lucu.
 |
by Wulan
|
menikmati bukit yang terlihat hijau membentang, ditambah awan yang menawan, juga rawa yang tenang, cukup membuat hati dan pikiran memuji kebesaran-Nya lagi dan lagi. Subhanallah sekali ya, hihi. setelah puas kami putuskan untuk kembali, tetapi dengan jalan yang berbeda, dan Alhamdulillah pulangnya gak pake nyasar lagi:D *tepuk tangan
nyesel ak g kut..hiks..hiks..T_T*mulai alay*
BalasHapusTOP wat wulan atas hasil jepret2an.a!!!
kamu gak ikut kenapa emang? udah pulang ya??
BalasHapus