this is my space, this is my page to write everythings about me, especially about my love and life:) ehm, harus mulai dari mana cerita hari ini ya? jadi hari ini saya UTS 2 Matematika, berhubung dosen cuti hamil, jadilah UTS nya mundur. soalnya susah, mungkin karena saya belajarnya kurang. tapi sesusah apapun soalnya, saya tetap tidak mencontek. keluar-keluar saya laper lagi, padahal sebelum berangkat ujian saya makan bubur ayam, hihi. saya gak bisa ngerjain loh, tapi saya santai-santai saja, ckck.
sekitar jam satu, saya ke kampus lagi untuk perwalian, Alhamdulillah dosen wali saya ini orangnya luar biasa, namanya Pak Andreas, akrab dipanggil pak Andre. beliau dapat membius saya dengan cerita-ceritanya yang membuat saya termotivasi, kalau versi lebainya "serasa hidup kembali", ciyee, hihi. beliau berpesan supaya saya dan teman-teman saya cukuplah menjadi seseorang yang sederhana, ramah, dan jujur. hem. teringat amat jelas, beliau bertanya, "kenapa kita tidak boleh mencontek?" dan seketika hatiku menjawab, "karena Allah". alasan yang terlalu munafik sepertinya, tapi benar, sebenarnya saya tidak mencontek karena satu hal, karena Allah. tapi jawaban di hati saya tidak sempat terlontarkan, saya tidak ingin terlihat terlalu munafik, terlalu lebai, dan terlalu sok. saya hanya menjawab, "karena mencontek itu mematikan rasa percaya diri. ketika kita memutuskan untuk mencontek, maka pada saat itu lah kita kalah sebelum berjuang". saya bukan anak yang suci dari contek mencontek, kurang lebih 12 tahun sudah saya duduk di bangku sekolah dan saya pernah
mencontek!
sedikit flashback, sewaktu saya sekolah dasar sepertinya saya adalah orang yang kurang disukai teman-teman saya dan terlalu dicintai guru-guru saya *ciyee. tapi bukan berarti saya an-sos dan gak punya teman loh, hehe. saya adalah orang yang mendadak tuli saat ulangan berlangsung, saya pura-pura tidak mendengar semua panggilan teman-teman saya. saya juga orang yang mendadak buta, saya pura-pura tidak melihat teman saya yang melambai-lambaikan tangannya pada saya, hihi. betapa menyebalkannya saya bukan??? tapi saat reuni SD beberapa bulan yang lalu, rasanya asik-asik aja, ngobrol masih nyambung-nyambung aja, masih ada saya dalam hati dan ingatan mereka *pede abis. saya senang bisa kenal mereka semua:D
SMP??? masih tidak ada yang berubah. saya tidak mencontek, bahkan dengan teman sebangku saya *teman yang amat sangat dekat dengan saya, tiga tahun di SMP, teman duduk saya gak pernah ganti, wkwk. sedangkan masa SMA saya, terutama masa kelas xi dan xii adalah masa yang saya habiskan dengan mencontek
*selain UTS, UAS, UN. entah mencontek teman, membuka catatan, atau
bahkan mempunyai bocoran jawaban dari kelas lain. entah, saya tidak tau
sejak kapan sifat "tukang contek" ini mulai mengendap dalam diri saya. tapi sebenarnya saya masih mempunyai karakter saya yang dulu, dan sekarang saya putuskan untuk tidak mencontek lagi:)
sekedar share, mencontek itu bikin nilai saya jelek, karena seolah tertanam sebuah kalimat "ah, kalo gak bisa ntar nyontek aja", nah mulai dari kalimat itu, setiap saya mengerjakan ulangan, saya tidak fokus untuk mengerjakannya, saya justru mencari cara, mencari waktu yang tepat, dan terus memikirkan bagaimana saya bisa mencontek. dan perasaan itu teramat sangat mengganggu! belum lagi ditambah rasa was-was takut ketauan. kalo di SMA saya sih nilainya bakal dibagi dua, kalo dapet 100 jadi 50, nah kalo dapetnya udah 50? jadi 25 dong.
oh ya, kembali ke awal, setelah saya memberi jawaban kepada dosen wali saya, justru beliau masih membutuhkan jawaban lain dari teman-teman saya. dan ternyata jawaban yang ingin dosen saya dengar adalah, "karena mencari wahyu". dosen saya ini non-islam, itulah alasan kedua saya untuk tidak menjawab sesuai jawaban dalam hati saya tadi. mencari wahyu, kalo di Islam mungkin sama aja kek "mencari ridho Allah". lagi-lagi, kalimat "nilai bukanlah segalanya" seakan mengingatkan kita. kita sekolah buat apa sih? buat cari ilmu kan? bukan buat cari nilai. kalo dapet gelar sampe Profesor tapi tukang contek sih buat apa??
ada kalimat yang terus terlantun saat saya ujian "Allah, please help me". saatnya bergantung pada Allah. cukup Allah yang menjadi penolong saya. kalo mau ujian pasti kan udah belajar tuh, walopun cuma sedikit dan rasanya masih kurang banyak, tapi siapa tau yang sedikit itulah yang keluar. saya selalu mengharap keajaiban dari Allah saat ujian, mencoba mencari file-file dalam otak saya, membuka dokumen demi dokumen untuk menemukan jawabannya. dan percayalah, Allah senantiasa menolongmu dari sisi yang tak pernah kau duga. disaat lupa total, sekian detik sebelum waktu ujian habis terkadang ada ilham yang datang. aha! seperti ada lampu menyala terang dia atas kepala, hihi. dan saat itu lah, hati ini berkata "thanks, Allah" saatnya menyerahkan kertas ujian, terus berdoa, dan menunggu keajaiban-keajaiban yang lain *bahasa kerennya: Tawakal.

trenyuh mbacanya nes,, memang kita kadang ingin sprti itu. hnya karena ALLAH. tp entah mngpa rsanya ada syaitan yg trus mrayu utk brbuat dmikian.. hmm
BalasHapussmga snantiasa jd hamba ALLAH yg istiqamah
aminn
Amin Ya Rabb.. tetap semangat!:D makasih udah baca plus komen, hehe
BalasHapusketika kita sudah berusaha n berdoa, yakinlah bahwa Allah akan memberi kita yang terbaik, sekalipun kita gak bisa ngerjain soal yang ada di depan kita, kita harus berusaha untuk tetap percaya bahwa Allah lah yang akan menolong kita.
BalasHapustepuk tangan buat ni'mah, hehehhe. sip lah:D
BalasHapus