“Weekend njogja yuh”, kataku. “Ayuh”, kata Bul. Kata yang selalu terucap ketika aku mengajaknya menemukan pengalaman baru. Praktikum Rabu itu mendadak menyenangkan karena aku akan ke Jogja. Jum’at sore itu aku dan bul masih ragu, akhirnya kami sepakat untuk berangkat jika hari cerah dan membatalkannya ketika hari hujan. Dan ternyata, Sabtu esok hari itu amat cerah dan berangkatlah kami menuju Jogja.
Pukul sembilan tibalah kami di Jogja dan melirik papan hijau penunjuk jalan bertuliskan UGM. Ya, sasaran utama kami adalah melirik kampus kota sebelah yang masuk dalam tiga besar universitas terbaik di Negara tercinta, Indonesia. Teringat kata seorang dosen, “Jadi mahasiswa mbok yo jalan-jalan ke kampus lain, ITB kek, jangan-jangan kampus UNNES aja gak hafal”. Jleb. UGM tentulah menjadi target terdekat sebelum ITB. Sampai di UGM kami terdampar tak jelas, beruntunglah ada teman yang bersedia menjadi tourguide, haha.
Back to topic, gedung kuliahnya UGM itu super lah, jalan ke sana ke mari tiba-tiba membuatku dan bul merasa seperti anak kecil, di mana-mana banyak mba cantik yang jago dandan dan stylish. Kami? Dengan baju kotak-kotak dan ransel penuh bekal layaknya anak TK yang sedang berwisata dengan pede nya narsis di sana sini, hihi. Setelah puas melihat-lihat dan berfoto-foto ria, perut ini pun mulai protes karena tak mendapat asupan kebahagiaan layaknya kebahagiaan kami. Foodcourt tentulah menjadi tempat oke untuk mengisi perut ini, hihi. Dan, wow! Di sana kami mulai tampak seperti anak kecil, sampai-sampai kami malu mengeluarkan botol minum dan terpaksa membeli air putih, ehehe. Habis itu kami jalan-jalan di UNY yang jaraknya dekat pake banget sama UGM.
Ini nih foto kita waktu jalan-jalan di UGM, enjoy it friends! Kisah selanjutnya di Jogja bisa dibaca di sini.
| by Wulan |
| by Wulan |
Komentar
Posting Komentar