Langsung ke konten utama

Song Review "Thank U" Yunho from TVXQ

Untuk pertama kalinya, mungkin kali ini aku akan mereview lagu korea. Really, for the first time, haha. Setelah 3 bulan terakhir aku menjadi sedikit banyak tau tentang k-pop. Kebetulan kali ini U-Know (salah satu member TVQX) meliris mini solo album kedua berjudul NOIR. Judul lagu title abum ini adalah Thank U. Dan entah mengapa aku langsung jatuh cinta dalam satu kali lihat dan dengar, apalagi bagian reff-nya. Musiknya cukup nyaman di telinga, pun liriknya ternyata menarik untuk diresapi. Jadilah kali ini aku mencoba mereview lirik lagunya, terlepas dari sinematografi musik videonya yang keren abiss. Penasaran isi liriknya? 

Ini adalah pelajaran pertama, simpan semua yang baik untuk dirimu saja
Sekarang pelajaran kedua, simpan kesedihanpun untuk dirimu saja
Setelah berbagi sesuatu yang baik, kenapa seperti ini?
Bahkan jika itu menyakitkan, menjadi semakin kesepian
Aku sudah terbiasa dengan ekspresi ini dan itu
Niat baikpun dicurigai menjadi arti yang lain
(Kenapa harus menjadi seperti ini) Kenapa tidak bisa dengan baik-baik?
Thank you for diss, thank you for like
Thank you for me, thank you for dislike me
Akhirnya pelajaran ketiga, jangan sebentar senang sebentar sedih
Harus lebih kuat lagi supaya bisa melewati dengan senyuman
Lihatlah seluruh dunia akan penuh dan meluap
Kegelapan dan cahaya berada dalam kesatuan
Bumi dibuat seperti ini dan berputar
Berdiri dengan tegap jangan sampai kehilangan keseimbangan
(Sepatah kata yang murah hati) Mulai saat itu,
Terima kasih atas ketidak nyamanannya, terima kasih atas tanda sukanya
Terima kasih untukku, terima kasih karena tidak menyukaiku
Harus bertahan walaupun kesepian
Sekali seumur hidup aku sangat kesepian

Hidup bersama dengan manusia lain, berinteraksi satu sama lain, pasti terjadi hal-hal yang bergesekkan, tidak sesuai dengan maksud hati, dan segala respon atas niat baik yang terkadang ditangkap berlainan. Apalagi mungkin sebagai seorang idol seperti U-know yang sudah berkarir selama kurang lebih 18 tahun, dengan seluruh mata tertuju pada setiap tindak tanduknya, pasti sudah kenyang dengan segala komentar baik dan buruk dari netizen yang budiman di seluruh dunia.

Jika dipikirkan lagi, pepatah lagu di awal seperti pesan dari Ali bin Abi Thalib, “Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu.” Jadi, lagu ini seperti mengajak kita untuk tumbuh dengan berterima kasih pada ketidaknyamanan, pada diri sendiri, pada orang-orang yang menyukai, juga orang-orang yang tidak menyukai, karena kita sebenarnya bisa memfilter hal-hal yang kita bagikan, juga hal-hal yang kita terima.

“When you can’t control what’s happening, challenge yourself to control the way you respond to what’s happening. The best thing you can do is to let go of what you can’t control, and invest your energy in the things you can.”

Komentar

Postingan Populer

Insight Buku "Kupikir Segalanya Akan Beres Saat Aku Dewasa"

Ngerasanya males banget baca buku, tapi ternyata setelah direfleksi, justru lebih ke males nulis daripada baca. Kirain udah kelar semua review buku yang kebaca, eh keinget beberapa buku kebeli online. Kali ini buku self-improvement karya Kim Haenam yang kubaca lewat HP, meski ah HP nih selain bikin mata pedes, agak susah juga buat fokus ngebaca tanpa distraksi. Kepikiran beli kindle, tapi kayaknya belum butuh-butuh banget juga. Hmm, okay mari menulis lagi haha. Bismillah dulu.. Mulai dari seiring berjalannya waktu, sangat mungkin kehilangan orang tersayang. Di sini dijelasin ada empat tahapan masa berduka dari Psikolog John Bowlby, pertama kita akan sangat terhanyut dalam kesedihan, sering mengeluh, dan menyangkal (semisal: kematian seseorang yang kita sayang). Kedua, kita akan merindukan dan mencarinya. Ketiga, kita merasa runtuh dan putus asa, merasa hidup tak berarti, terasingkan dari kehidupan sosial, tidak merasakan perasaan apapun, susah tidur, kehilangan berat badan dan selalu t...

Seperti Payung Ketika Dibutuhkan - Insight Buku "Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?"

  Entah buku terjemahan korea yang keberapa, belakangan berasa menarik aja dibaca. Buku Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti? ini ditulis sama Kim Sang Hyun, kurang paham juga dia ini siapa wkkw, tapi karena bukunya lumayan sering sliweran jadinya beli deh. Bukunya super duper tipis dan enak banget buat dibaca di perjalanan kayak foto ini, inget banget ngebaca di kereta Kamandaka tahun 2021 dalam rangka dateng ke nikahan temen kosan zaman kuliah. Dan keinget banget juga waktu itu dia nikah sama orang yang pas aku lihat, wah bahagia banget temenku, wah beruntung banget, ah ternyata masih ada laki-laki baik kok di luar sana. Momen yang entah kenapa aku masih inget aja, semoga bahagia sejahtera selamanya wahai kamu. Ah, isi bukunya? Kurang lebih bener-bener lupa, sampai waktu nulis ini (2023) pengen banget ngebaca ulang wahaha. Kayaknya ini tipe buku yang bakal aku simpen buat dibaca sewaktu-waktu. Nyatanya kalo ngomongin kematian nih berat juga, semakin hari semakin d...

Sudah Seberapa Stoic Kamu? - Insight Buku "Filosofi Teras"

Okay, let's write about a book that so magical. I'm really glad that I've ever read this book. Always thanks to my support system since kindergarten. Buku ini banyak banget highlight yang menarik, saking banyaknya jadi bikin bingung apa yang mau dimasukin ke sini. Bukunya enak banget dibaca tapi hei tapi susah banget praktiknya. Buku ini aku baca tahun lalu, tapi tiap ketemu masalah bikin jadi mikir ah ayo nes terapin ilmunya dari buku yang udah kamu baca. Buku ini nyeritain tentang stoic, yang banyak banget dibahas sama youtuber-youtuber zaman now. Bukunya ditulis sama Henry Manampiring, yang alus banget tulisannya, enak banget dibaca bahkan buat orang yang jumlah bacaan per tahunnya bisa dihitung pake jari. Highlight yang pertama, bahwa manusia sebenernya punya trikotomi kendali, bukan cuma dua, tapi tiga. Apa aja? Yang pertama, hal yang bisa kita kendaliin sama diri kita sendiri adalah opini, persepsi, dan pertimbangan kita sendiri. Lidahmu gak perlu tajem-tajem ke orang...