Film dokumenter
kedua dari The Minimalist, Joshua dan Ryan kini rilis lagi di Netflix.
Bertepatan dengan 1 Januari 2021, hal yang mereka sampaikan dapat menjadi
energi tersendiri untuk memulai awal tahun. Less in Now mengajak kita
melihat bahwa kapitalisme di sekitar kita berputar secara pesat. Kemudahan yang
disediakan teknologi untuk membuat barang yang kita inginkan sampai di depan mata
tanpa perlu kemana-mana dan tanpa perlu menunggu lama hadir seperti sihir.
Hebatnya, algoritma media sosial memudahkan perusahaan-perusahaan besar tahu betul apa yang kita
inginkan, bahkan mungkin melebihi diri kita sendiri. Seperti saat awal menyadari
bahwa akun Shopee mulai terintegrasi dengan akun Instagram, barang yang kita cari
di marketplace menjadi muncul di segala platform digital yang kita buka.
Dan ini, agaknya membuat psikologi kita tersihir, sehingga berakhir dengan kesimpulan
bahwa kita mungkin benar-benar membutuhkan barang tersebut. Wow! Jika tidak disikapi
dengan bijak, jiwa konsumtif ini akan semakin meledak-ledak, bukan?
Kehidupan kita benar-benar dipenuhi oleh barang, bahkan jika kita lihat lagi ke kolong-kolong tempat tidur, juga gudang di rumah. Jika ditelaah lagi, ternyata barang-barang tersebut tidak benar-benar melakukan tugasnya (membuat kita bahagia) dengan sempurna. Sebenarnya berapa banyak sih barang yang benar-benar kita butuhkan serta memberi nilai pada hidup kita?
Seperti diajak
mengalami pengalaman yang sama, Less is Now mengajak penonton bersama-sama
dengan teman-keluarga-rekan kerja untuk melepaskan satu barang di hari pertama,
dua barang di hari kedua, dan seterusnya, apapun itu, barang
koleksi-dekorasi-alat dapur-elektronik-perbotan-peralatan-persediaan-tempat
tidur-action figure-pakaian-handuk-topi, kemudian selesaikan dengan
donasi-jual-atau daur ulang. Selesai menonton rasa-rasanya ingin sekali mengikhlaskan
barang-barang yang sudah tak terpakai tiga puluh hari terakhir, tiga bulan
terakhir, bahkan lebih. Karena?
Jika kita
menyederhanakan hidup kita, kita dapat memiliki lebih banyak waktu untuk kesehatan,
keluarga, kreativitas, keuangan, bahkan memberi manfaat untuk orang lain. Tidak ada kata terlambat untuk mengikhlaskan, memulai kembali, dan memiliki
kehidupan sederhana yang lebih bermakna dengan sedikit barang. Gaskeun?

Tsaaah... jadi pengen nonton
BalasHapusJangan cuma kepengen, tonton lah wkwk
Hapus