Saat ini
teknologi berkembang pesat dengan perkembangan yang semakin memikat. Media
sosialnya awalnya bertujuan memperluas komunikasi banyak orang tanpa batasan
ruang, namun kemudian? Media sosial juga yang menjauhkan kita dari orang-orang
terdekat. Setiap hari berapa banyak sih waktu yang kita habiskan hanya untuk
melihat layar gawai?
The Social
Dilemma merupakan film dokumenter yang berusaha mengangkat sisi lain dari
penggunaan media sosial. Film yang disutradarai oleh Jeff Orlowski dan
ditayangkan di Netflix pada bulan September ini benar-benar layak ditonton
generasi modern sebagai mayoritas pengguna media sosial. Film ini
memperlihatkan dampak negatif penggunaan media sosial dari sudut pandang
narasumber yang berada di balik layar penemuan media sosial. Ironisnya, mereka
justru memiliki kekhawatiran akan dampak panjang penggunaan media sosial yang
mereka kembangkan.
The Social
Dilemma memberi gambaran tentang aktivitas selancar kita yang terus terekam
dalam maya, perusahaan yang mengambil keuntungan, isu kapitalisme, kesehatan
mental, bahkan politik. Bayangkan jika semua jejak digital kita terekam dan
terukur, kemudian mengetahui hal-hal yang membuat kita tertarik, yang kita
sukai, dan tidak kita sukai. Algoritma
media sosial dapat mengendalikan informasi yang kita terima, memberikan kita
rekomendasi berdasar hal-hal yang kita sukai, hingga mungkin mengendalikan kita
melebihi diri kita sendiri. Internet akan memberikan yang kita mau, alih-alih
yang kita butuhkan. Jika akhir-akhir ini kita sering menonton teori konspirasi,
rekomendasi yang ditujukan oleh internet juga menuju teori konspirasi lainnya.
Hal tersebut berakhir dengan kita yang terjebak menatap gawai lebih lama,
melihat iklan dari perusahaan besar, dan membeli produk yang menarik mata untuk
dijadikan milik kita.
Efek negatif
penggunaan media sosial lainnya ialah kesehatan mental, semakin lama manusia
semakin menggantungkan nilai diri bahkan kebahagiaan pada penilaian orang lain.
Remaja menjadi mudah stress jika unggahannya di media sosial tidak mendapat
banyak like dan komentar. Mungkin ini alasan narasumber film The Social Dilemma
melarang keluarga terutama anak-anak mereka bermain media sosial.
Belum lagi
banyaknya berita hoax, ujaran kebencian, dan politik yang memenuhi berita.
Mengerikan jika ternyata kebenaran tertutupi karena kita dibutakan oleh
algoritma yang hanya mengikuti apa yang kita sukai dan menjebak kita dalam
lingkaran tanpa ujung, tanpa tau sudut pandang lainnya. Dampak negatif media
sosial ini mungkin dapat mengarahkan manusia pada perang saudara.
Nyatanya sedikit demi sedikit perilaku dan cara berpikir kita terpapar media sosial dan internet. Sebelum menjadi robot yang dimanipulasi teknologi dan internet, apa yang harus kita lakukan? Setelah menonton ini mungkinkah kita akan menghapus semua media sosial yang kita miliki? Jika itu tidak dapat kita lakukan, mari mulai dengan matikan segala macam notifikasi agar tangan kita tidak terayu untuk membuka gawai ketika mendengar bunyi notifikasi. Jangan menonton video hasil rekomendasi, lebih baik cari di kolom pencarian agar tidak terjebak lingkaran filter. Cek ulang fakta atas semua informasi yang masuk sebelum mengambil kesimpulan.
“The technology that
connect us, also manipulates us.”
“The technology that connect us, also monetizes us.”
“The technology that
connect us, also polarizes us.”
“The technology that
connect us, also distracts us.”
“The technology that connect us, also controls us.”
“The technology that connect us, also divides us.”

Bagus reviewnya. Lanjutkaan
BalasHapusThankyou..
Hapus