Psycology of Money karya Morgan Housel, buku pertama yang kuhabiskan di awal tahun 2023, agak berat ya buat mengawali tahun baru haha. Alhamdulillah selesai juga ngebacanya, karena baca buku selalu lebih mudah daripada praktekin ilmunya di kehidupan sehari-hari. Buku ini masuk deretan rak best sellernya gramedia, agaknya orang-orang mulai melek keuangan akhir-akhir ini. Si anak boros yang masuk sandwich generation ini akhirnya coba ikutan baca juga, siapa tau besok jadi lebih bener pengelolaan keuangannya.
“The ability to do what you want, when you want, with who you want, for as long as you want, is priceless. It is the highest dividend money pays.”
Kutipan di atas menurutku best of the best highlight dari buku ini sih, bahwa kekayaan sesungguhnya adalah bisa melakukan apa aja, kapan aja, sama siapa aja, selama yang kamu mau. Gak punya kendali atas waktu yang kamu punya adalah pengurangan kebahagian yang universal dan kuat. Jadi kalo kita kerja duit banyak, tapi mau dolan dikit aja susah, brati belum kaya kaya banget namanya, haha. Sedangkan highlight lainnya itu bakal masuk banget buat orang-orang yang tertarik sama investasi. Misalnya dalam investasi ada faktor keberuntungan dan risiko yang memengaruhi, bukan semata-mata murni usaha kita. Bahwa kekayaan sebenernya adalah hal yang tidak terlihat, bukan mobil yang dipake padahal bayarnya nyicil. Ah ya, ada juga kalimat kalo kita pengen dihormati dan dikagumi, caranya bukan dengan uang, tapi dengan kerendahan hati, kebaikan hati, dan empati. Tiga hal tersebut mendatangkan lebih banyak rasa hormat daripada harga mobil. Dan dan dan, dunia ini agaknya makin kompetitif, makin banyak orang pinter, makin banyak orang ahli, dan makin banyak orang yang punya daya saing tinggi, jadi yang lebih penting sekarang justru kemampuan berkomunikasi, empati, dan juga keluwesan. Luwes aja, santai, gak usah buru-buru, kalo kata teman tongkrongan mah, aja kaku-kaku banget kaya kanebo kering, haha.
Hidup ini gak ada yang tau sih emang, bikin prediksi buat apa hasil tabunganmu besok brati sok tau. Nabung aja yang banyak, tanpa tau buat apa, karena bagian penting dari sebuah rencana adalah merencanakan rencanamu tak berjalan sesuai rencana. Tabungan yang gak dialokasikan secara khusus adalah pelindung dari kehidupan mengejutkan. Hai aku yang susah nabung, tabungan itu bisa ada kalo kamu ngurangin belanja, kalo belanjanya lebih sedikit, dan kalo inginnya lebih sedikit. Gimana caranya biar inginnya lebih sedikit? Berhenti memusingkan apa yang dipikirkan orang lain tentang kamu. Gak peduli sebanyak apa pendapatanmu, kamu gak akan pernah bisa bangun kekayaan kecuali kamu bisa membatasi keasyikan yang kamu bisa dapetin sekarang pake uang.


Komentar
Posting Komentar